فَلَعَلَّكَ تَارِكٌ بَعْضَ مَا يُوحَىٰ إِلَيْكَ وَضَائِقٌ بِهِ صَدْرُكَ أَنْ يَقُولُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ كَنْزٌ أَوْ جَاءَ مَعَهُ مَلَكٌ ۚ إِنَّمَا أَنْتَ نَذِيرٌ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ
Maka boleh jadi engkau hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu, dan dadamu menjadi sempit karenanya, karena mereka berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta, atau datang bersamanya seorang malaikat?” Sesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan. Dan Allah atas segala sesuatu adalah wakil.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَلَعَلَّكَ تَارِكٌ بَعْضَ مَا يُوحَىٰ إِلَيْكَ وَضَائِقٌ بِهِ صَدْرُكَ أَنْ يَقُولُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ كَنْزٌ أَوْ جَاءَ مَعَهُ مَلَكٌfa-la'allaka taarikun ba'da maa yuuhaa ilayka wa-daa'iqun bihi sadruka an yaquuluu law-laa unzila alayhi kanzun aw jaa'a ma'ahu malakunmaka boleh jadi engkau hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu, dan dadamu menjadi sempit karenanya, karena mereka berkata, mengapa tidak diturunkan kepadanya harta, atau datang bersamanya seorang malaikat
- إِنَّمَا أَنْتَ نَذِيرٌinnamaa anta nadziirunsesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan
- وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌwa-llaahu alaa kulli shay'in wakiilundan Allah atas segala sesuatu adalah wakil
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar t-r-k, b-'-d, w-h-y, d-y-q, s-d-r, q-w-l, n-z-l, k-n-z, j-y-a, m-l-k, n-dz-r, a-l-h, k-l-l, sh-y-a, w-k-l): innamaa anta nadhiir wa llaah alaa kull shay' wakiil diterjemahkan 'engkau hanyalah pemberi peringatan, dan Allah wakil atas segala sesuatu', KONTRAS peran: Nabi=nadhiir (akar n-dz-r) SAJA, sedang wakiil (akar w-k-l putaran 61) MILIK Allah (sama pola 6:102 vs 6:66/10:108); yuuhaa diterjemahkan 'diwahyukan' (akar w-h-y); daa'iq sadruka diterjemahkan 'dadamu sempit' (akar d-y-q + akar s-d-r). gloss '(Nabi Muhammad)/(takut)/(kekayaan)' dibuang.
Aplikasi
Pengakuan jujur tentang godaan manusiawi: Nabi sendiri mungkin tergoda 'meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan' karena dadanya sempit menghadapi kritik, godaan menyensor diri di bawah tekanan sosial diakui secara terbuka, lalu diingatkan batas perannya ('engkau hanyalah seorang pemberi peringatan'). Konkretnya: godaan untuk melunakkan atau menyembunyikan bagian dari kebenaran yang sulit diterima demi menghindari kritik adalah tekanan manusiawi yang nyata, bahkan bagi pembawa pesan yang paling teguh, mengenali godaan ini pada diri sendiri sebagai hal yang wajar (bukan kegagalan moral) membantu menghadapinya dengan lebih sadar.