أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِنْهُ وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الْأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ ۚ فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ ۚ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

Apakah orang yang sudah mempunyai bukti yang nyata dari Tuhannya, diikuti oleh saksi dari-Nya, dan sebelumnya sudah ada pula Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat , mereka itu beriman kepadanya. Dan siapa yang kufur terhadapnya dari golongan-golongan, apilah tempat kembalinya. Maka janganlah engkau ragu terhadapnya. Sesungguhnya ia kebenaran dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِنْهُ وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةًa-fa-man kaana 'alaa bayyinatin min rabbihi wa-yatluuhu syaahidun minhu wa-min qablihi kitaabu muusaa imaaman wa-rahmatanapakah orang yang sudah mempunyai bukti yang nyata dari Tuhannya, diikuti oleh saksi dari-Nya, dan sebelumnya sudah ada pula Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat
  2. أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِulaa'ika yu'minuuna bihimereka itu beriman kepadanya
  3. وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الْأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُwa-man yakfur bihi mina l-ahzaabi fa-n-naaru maw'iduhudan siapa yang kufur terhadapnya dari golongan-golongan, apilah tempat kembalinya
  4. فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِنْهُfa-laa taku fii miryatin minhumaka janganlah engkau ragu terhadapnya
  5. إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَinnahu l-haqqu min rabbika wa-laakinna aktsara n-naasi laa yu'minuunasesungguhnya ia kebenaran dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman

Terjemahan per kata (39 kata)

  1. أَفَمَنْa-fa-manmaka apakah orang yang
  2. كَانَkaanaadalah
  3. عَلَىٰ'alaaatas
  4. بَيِّنَةٍbayyinatinbukti nyata
  5. مِنْmindari
  6. رَبِّهِrabbihiTuhannya
  7. وَيَتْلُوهُwa-yatluuhudan mengikutinya
  8. شَاهِدٌsyaahidunsaksi
  9. مِنْهُminhudarinya
  10. وَمِنْwa-mindan dari
  11. قَبْلِهِqablihisebelumnya
  12. كِتَابُkitaabukitab
  13. مُوسَىٰmuusaaMusa
  14. إِمَامًاimaamanpemimpin
  15. وَرَحْمَةًwa-rahmatandan rahmat
  16. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  17. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
  18. بِهِbihipadanya
  19. وَمَنْwa-mandan orang yang
  20. يَكْفُرْyakfurkafir
  21. بِهِbihipadanya
  22. مِنَminadari
  23. الْأَحْزَابِl-ahzaabigolongan-golongan
  24. فَالنَّارُfa-n-naarumaka api
  25. مَوْعِدُهُmaw'iduhutempat yang dijanjikan baginya
  26. فَلَاfa-laamaka janganlah
  27. تَكُtakuadalah
  28. فِيfiidalam
  29. مِرْيَةٍmiryatinkeraguan
  30. مِنْهُminhudarinya
  31. إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
  32. الْحَقُّl-haqqukebenaran
  33. مِنْmindari
  34. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  35. وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
  36. أَكْثَرَaktsarakebanyakan
  37. النَّاسِn-naasimanusia
  38. لَاlaatidak
  39. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman

Inti bacaan

Di tengah penolakan luas ('kebanyakan manusia tidak beriman'), tetap ditegaskan 'janganlah engkau ragu', keteguhan pada kebenaran yang sudah diverifikasi tidak boleh goyah hanya karena penerimaannya minoritas. Konkretnya: validitas sebuah keyakinan yang sudah diverifikasi dengan baik tidak berkurang hanya karena mayoritas menolaknya, mempertahankan keteguhan pada sesuatu yang sudah diyakini benar meski tidak populer membutuhkan kejelasan bahwa popularitas bukan ukuran kebenaran.

Tafsiran

Kesaksian berlapis (bukti+saksi+Kitab Musa terdahulu) menempatkan wahyu ini dalam rantai kesinambungan, bukan klaim terisolasi: kontinuitas dengan tradisi sebelumnya menjadi bagian dari argumen kebenarannya sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut bukti yang nyata dari Tuhannya, saksi dari-Nya, dan Kitab Musa sebelumnya. Tiga penopang. Yang dibandingkan bukan dua pendapat, melainkan dua kedudukan yang jauh berbeda bekalnya.
  • Allah menyebut Kitab Musa sebagai pedoman dan rahmat. Yang terdahulu dipakai sebagai saksi. Kebenaran yang baru tidak berdiri dengan meruntuhkan yang lama.
  • Allah menyebut mereka yang punya bekal itu beriman kepadanya. Jawabannya tersirat di situ. Yang paling mengenal keterangan terdahulu justru yang paling cepat menerima.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…yang menjadi pedoman dan rahmat; mereka beriman kepadany…”. Dalam ayat ini, 'rahmah' indefinit (tanpa kata sandang).