أُولَٰئِكَ لَمْ يَكُونُوا مُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ۘ يُضَاعَفُ لَهُمُ الْعَذَابُ ۚ مَا كَانُوا يَسْتَطِيعُونَ السَّمْعَ وَمَا كَانُوا يُبْصِرُونَ
Mereka tidak mampu menghalangi di bumi dan tidak akan ada bagi mereka penolong selain Allah. Azab itu akan dilipatgandakan kepada mereka. Mereka tidak mampu mendengar dan tidak dapat melihat.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أُولَٰئِكَ لَمْ يَكُونُوا مُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَulaa'ika lam yakuunuu mu'jiziina fii l-ardhi wa-maa kaana lahum min duuni llaahi min awliyaa'amereka tidak mampu menghalangi di bumi dan tidak akan ada bagi mereka penolong selain Allah
- يُضَاعَفُ لَهُمُ الْعَذَابُyudhaa'afu lahumu l-'adzaabuazab itu akan dilipatgandakan kepada mereka
- مَا كَانُوا يَسْتَطِيعُونَ السَّمْعَ وَمَا كَانُوا يُبْصِرُونَmaa kaanuu yastathii'uuna s-sam'a wa-maa kaanuu yubshiruunamereka tidak mampu mendengar dan tidak dapat melihat
Terjemahan per kata (24 kata)
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- لَمْlamtidak
- يَكُونُواyakuunuumereka adalah
- مُعْجِزِينَmu'jiziinaorang-orang yang melemahkan
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانَkaanaadalah
- لَهُمْlahumkepada mereka
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- مِنْmindari
- أَوْلِيَاءَawliyaa'apara pelindung
- يُضَاعَفُyudhaa'afudilipatgandakan
- لَهُمُlahumubagi mereka
- الْعَذَابُl-'adzaabuazab
- مَاmaatidaklah
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَسْتَطِيعُونَyastathii'uunamereka sanggup
- السَّمْعَs-sam'apendengaran
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يُبْصِرُونَyubshiruunamelihat
Inti bacaan
Konsekuensi ketidakmampuan mendengar dan melihat (secara batin) digambarkan sebagai hasil dari pilihan sendiri yang berulang, bukan kekurangan bawaan, kapasitas yang hilang karena tidak pernah benar-benar dipakai.
Tafsiran
Ketidakmampuan mendengar dan melihat di sini bersifat metaforis, konsisten dengan pola 6:25/7:179 dsb., bukan cacat indrawi, melainkan penolakan yang begitu total hingga fungsi indra kehilangan maknanya bagi kebenaran yang disampaikan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut kehilangan indra sebagai akibat, bukan cacat bawaan. Telinganya utuh. Fungsinya yang berhenti.
- Azabnya disebut dilipatgandakan. Bukan ditambah sedikit. Dikalikan.
- Yang tidak punya penolong disebut Allah tanpa pengecualian. Selain Dia tidak ada. Daftarnya kosong.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.