مَثَلُ الْفَرِيقَيْنِ كَالْأَعْمَىٰ وَالْأَصَمِّ وَالْبَصِيرِ وَالسَّمِيعِ ۚ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Perumpamaan kedua golongan seperti orang buta dan orang tuli dengan orang yang dapat melihat dan yang dapat mendengar. Samakah kedua golongan itu? Apakah kalian tidak mengambil pelajaran?

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. مَثَلُ الْفَرِيقَيْنِ كَالْأَعْمَىٰ وَالْأَصَمِّ وَالْبَصِيرِ وَالسَّمِيعِmatsalu l-fariiqayni ka-l-a'maa wa-l-ashammi wa-l-bashiiri wa-s-samii'iperumpamaan kedua golongan seperti orang buta dan orang tuli dengan orang yang dapat melihat dan yang dapat mendengar
  2. هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًاhal yastawiyaani matsalansamakah kedua golongan itu
  3. أَفَلَا تَذَكَّرُونَa-fa-laa tadzakkaruunaapakah kalian tidak mengambil pelajaran

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. مَثَلُmatsaluperumpamaan
  2. الْفَرِيقَيْنِl-fariiqaynidua golongan
  3. كَالْأَعْمَىٰka-l-a'maaseperti orang buta
  4. وَالْأَصَمِّwa-l-ashammidan orang tuli
  5. وَالْبَصِيرِwa-l-bashiiridan yang melihat
  6. وَالسَّمِيعِwa-s-samii'idan yang mendengar
  7. هَلْhalapakah
  8. يَسْتَوِيَانِyastawiyaanikeduanya sama
  9. مَثَلًاmatsalanperumpamaan
  10. أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
  11. تَذَكَّرُونَtadzakkaruunakalian mengambil pelajaran

Inti bacaan

Perumpamaan yang jelas: buta-tuli versus melihat-mendengar, kesenjangan kualitatif dalam kapasitas persepsi antara dua kelompok digambarkan secara visual dan mudah dipahami, menutup dengan 'apakah kalian tidak mengambil pelajaran?'. Konkretnya: kesenjangan pemahaman antara yang benar-benar terbuka menerima dan yang tertutup bukan sekadar perbedaan pendapat biasa, melainkan perbedaan kualitatif dalam kapasitas menyerap, perumpamaan yang jelas dan konkret ini membantu memvisualisasikan kesenjangan yang kadang sulit dijelaskan secara abstrak.

Tafsiran

Perumpamaan ini menyambung metafora tuli-buta 11:20 secara literal: dua golongan yang dibandingkan adalah mereka yang ditegaskan tak mampu mendengar/melihat (11:20) versus mereka yang beriman-beramal-merendahkan diri (11:23), kontras yang sudah dibangun dua ayat sebelumnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut empat keadaan: buta, tuli, melihat, mendengar. Dua golongan, masing-masing dengan dua sisi. Yang dibandingkan bukan pendapat mereka, melainkan alat yang mereka pakai untuk sampai pada pendapat itu.
  • Pertanyaan yang menyusul samakah kedua golongan itu. Jawabannya sudah jelas bagi siapa pun. Perumpamaan yang jawabannya terlalu mudah bukan sedang menguji pengetahuan; ia sedang memaksa orang mengakui sesuatu dengan mulutnya sendiri.
  • Sesudah pertanyaan itu, Allah menambahkan satu lagi: apakah kalian tidak mengambil pelajaran. Dua pertanyaan beruntun tanpa jawaban. Yang dituju bukan jawabannya, melainkan keadaan orang yang tak bisa lagi berpura-pura tidak mengerti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perumpamaan dua golongan: buta-tuli vs YANG MELIHAT-YANG MENDENGAR (basiir & samii' utk MANUSIA, takrif jamak), lema sebutan hidup di perumpamaan. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.