مَثَلُ الْفَرِيقَيْنِ كَالْأَعْمَىٰ وَالْأَصَمِّ وَالْبَصِيرِ وَالسَّمِيعِ ۚ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Perumpamaan kedua golongan seperti orang buta dan orang tuli dengan orang yang dapat melihat dan yang dapat mendengar. Samakah kedua golongan itu? Apakah kalian tidak mengambil pelajaran?

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. مَثَلُ الْفَرِيقَيْنِ كَالْأَعْمَىٰ وَالْأَصَمِّ وَالْبَصِيرِ وَالسَّمِيعِmatsalu l-fariiqayni ka-l-a'maa wa-l-asammi wa-l-basiiri wa-s-samii'iperumpamaan kedua golongan seperti orang buta dan orang tuli dengan orang yang dapat melihat dan yang dapat mendengar
  2. هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًاhal yastawiyaani matsalansamakah kedua golongan itu
  3. أَفَلَا تَذَكَّرُونَa-fa-laa tadzakkaruunaapakah kalian tidak mengambil pelajaran
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perumpamaan dua golongan: buta-tuli vs YANG MELIHAT-YANG MENDENGAR (basiir & samii' utk MANUSIA, takrif jamak), lema sebutan hidup di perumpamaan. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (probe 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = passthrough (cabang mata-hati didokumentasi). ⚠ Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. Lih.. sebagian penerjemah: 'The likeness of the two factions is like the blind and the deaf, and the seeing and the hearer: are they equal in likeness? of dariir'; glos ilahi: 'He who sees all things, both what are apparent and what are occult, WITHOUT ANY ORGAN'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.

Aplikasi

Perumpamaan yang jelas: buta-tuli versus melihat-mendengar, kesenjangan kualitatif dalam kapasitas persepsi antara dua kelompok digambarkan secara visual dan mudah dipahami, menutup dengan 'apakah kalian tidak mengambil pelajaran?'. Konkretnya: kesenjangan pemahaman antara yang benar-benar terbuka menerima dan yang tertutup bukan sekadar perbedaan pendapat biasa, melainkan perbedaan kualitatif dalam kapasitas menyerap, perumpamaan yang jelas dan konkret ini membantu memvisualisasikan kesenjangan yang kadang sulit dijelaskan secara abstrak.