فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا نَرَاكَ إِلَّا بَشَرًا مِثْلَنَا وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلَّا الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرَىٰ لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَاذِبِينَ

Maka para pemuka yang kufur dari kaumnya berkata, “Kami tidak melihatmu kecuali seorang manusia seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikutimu kecuali orang-orang yang hina di antara kami, pada pandangan pertama. Dan kami tidak melihat kalian memiliki suatu kelebihan atas kami, bahkan kami menduga kalian para pendusta.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا نَرَاكَ إِلَّا بَشَرًا مِثْلَنَا وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلَّا الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرَىٰ لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَاذِبِينَfa-qaala l-mala'u lladziina kafaruu min qawmihi maa naraaka illaa basyaran mitslanaa wa-maa naraaka ttaba'aka illaa lladziina hum araadzilunaa baadiya r-ra'yi wa-maa naraa lakum 'alaynaa min fadhlin bal nazhunnukum kaadzibiinamaka para pemuka yang kufur dari kaumnya berkata, kami tidak melihatmu kecuali seorang manusia seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikutimu kecuali orang-orang yang hina di antara kami, pada pandangan pertama, dan kami tidak melihat kalian memiliki suatu kelebihan atas kami, bahkan kami menduga kalian para pendusta

Terjemahan per kata (29 kata)

  1. فَقَالَfa-qaalamaka berkatalah
  2. الْمَلَأُl-mala'upara pemuka
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. كَفَرُواkafaruukufur
  5. مِنْmindari
  6. قَوْمِهِqawmihikaumnya
  7. مَاmaatidaklah
  8. نَرَاكَnaraakakami melihatmu
  9. إِلَّاillaakecuali
  10. بَشَرًاbasyaranmanusia
  11. مِثْلَنَاmitslanaaseperti kami
  12. وَمَاwa-maadan tidaklah
  13. نَرَاكَnaraakakami melihatmu
  14. اتَّبَعَكَttaba'akamengikutimu
  15. إِلَّاillaakecuali
  16. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  17. هُمْhummereka
  18. أَرَاذِلُنَاaraadzilunaaorang-orang hina di antara kami
  19. بَادِيَbaadiyayang tampak
  20. الرَّأْيِr-ra'yipikiran
  21. وَمَاwa-maadan tidaklah
  22. نَرَىٰnaraakami melihat
  23. لَكُمْlakumbagi kalian
  24. عَلَيْنَا'alaynaaatas kami
  25. مِنْmindari
  26. فَضْلٍfadhlinkarunia
  27. بَلْbalbahkan
  28. نَظُنُّكُمْnazhunnukumkami mengira kalian
  29. كَاذِبِينَkaadzibiinapara pendusta

Inti bacaan

Kritik elite terhadap Nuh berbasis kelas sosial: mereka menolak pesan semata karena pengikutnya 'orang-orang yang hina. pada pandangan pertama', penilaian dangkal berdasarkan status sosial pengikut, bukan substansi pesan itu sendiri. Konkretnya: menilai kebenaran suatu pesan berdasarkan status sosial orang-orang yang menerimanya (bukan substansi pesan itu sendiri) adalah bias klasik yang berulang lintas zaman, waspadai kecenderungan menganggap remeh sesuatu semata karena diterima oleh orang-orang yang dianggap kurang berstatus.

Tafsiran

Tiga tuduhan disusun berlapis: kemanusiaan biasa (bukan istimewa), pengikut yang dianggap rendahan, dan tiadanya kelebihan nyata, pola argumen kelas sosial yang menolak pesan berdasarkan status pembawa dan pengikutnya, bukan isi pesannya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam tiga keberatan para pemuka: ia manusia seperti kami, pengikutnya orang-orang hina, dan kami tidak melihat kelebihan pada kalian. Tak satu pun tentang isi seruannya. Seluruh keberatan mereka tentang orang, bukan tentang perkara.
  • Keterangan yang mereka sisipkan sendiri: pada pandangan pertama. Mereka mengakui belum memeriksa. Penilaian yang menyebutkan sendiri kedangkalannya jarang disadari pengucapnya sebagai pengakuan.
  • Allah merekam bahwa kata melihat dipakai berulang dalam keberatan mereka. Ukurannya penglihatan. Orang yang menimbang segala sesuatu dengan mata memang akan kesulitan pada perkara yang justru tidak terlihat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, m-l-a, k-f-r, q-w-m, r-a-y, b-sh-r, m-ts-l, t-b-', r-dz-l, b-d-w, f-d-l, zh-n-n, k-dz-b): bashar diterjemahkan 'manusia'; araadhil diterjemahkan 'orang-orang yang hina' (akar r-dz-l); baadiya r-ra'y diterjemahkan 'pada pandangan pertama'; fadl diterjemahkan 'kelebihan' (akar f-d-l, spt 7:39); nazhunnu diterjemahkan 'menduga' (akar zh-n-n). gloss '(biasa)/(yang lekas percaya begitu saja)' dibuang.