قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَآتَانِي رَحْمَةً مِنْ عِنْدِهِ فَعُمِّيَتْ عَلَيْكُمْ أَنُلْزِمُكُمُوهَا وَأَنْتُمْ لَهَا كَارِهُونَ

Dia berkata, “Wahai kaumku, apa pendapat kalian jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan Dia menganugerahiku rahmat dari sisi-Nya, tetapi disamarkan bagi kalian? Apakah kami akan memaksa kalian untuk menerimanya, padahal kalian tidak menyukainya?

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَآتَانِي رَحْمَةً مِنْ عِنْدِهِ فَعُمِّيَتْ عَلَيْكُمْ أَنُلْزِمُكُمُوهَا وَأَنْتُمْ لَهَا كَارِهُونَqaala yaa qawmi ara'aytum in kuntu 'alaa bayyinatin min rabbii wa-aataanii rahmatan min 'indihi fa-'ummiyat 'alaykum a-nulzimukumuuhaa wa-antum lahaa kaarihuunadia berkata, wahai kaumku, apa pendapat kalian jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan Dia menganugerahiku rahmat dari sisi-Nya, tetapi disamarkan bagi kalian, apakah kami akan memaksa kalian untuk menerimanya, padahal kalian tidak menyukainya

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. يَاyaawahai
  3. قَوْمِqawmikaumku
  4. أَرَأَيْتُمْa-ra'aytumapakah kalian melihat
  5. إِنْinjika
  6. كُنْتُkuntuaku adalah
  7. عَلَىٰ'alaaatas
  8. بَيِّنَةٍbayyinatinbukti nyata
  9. مِنْmindari
  10. رَبِّيrabbiiTuhanku
  11. وَآتَانِيwa-aataaniidan Dia memberiku
  12. رَحْمَةًrahmatanrahmat
  13. مِنْmindari
  14. عِنْدِهِ'indihidi sisinya
  15. فَعُمِّيَتْfa-'ummiyatmaka tersembunyilah
  16. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  17. أَنُلْزِمُكُمُوهَاa-nulzimukumuuhaaapakah kami memaksakannya kepada kalian
  18. وَأَنْتُمْwa-antumpadahal kalian
  19. لَهَاlahaakepadanya
  20. كَارِهُونَkaarihuunaorang-orang yang benci

Inti bacaan

Respons Nuh menegaskan lagi prinsip non-pemaksaan: 'apakah kami akan memaksamu untuk menerimanya, padahal kalian tidak menyukainya?', kesediaan menerima tetap dibiarkan sebagai pilihan bebas, bahkan bagi yang menolak dengan keras.

Tafsiran

Argumen Nuh mempersoalkan bukan kebenaran pesan, melainkan ketidakadilan tuntutan memaksakan sesuatu yang jelas bagi dirinya namun 'disamarkan' bagi kaumnya: pengakuan jujur atas keterbatasan pemaksaan iman, konsisten dengan prinsip 10:99.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam penolakan terhadap pemaksaan, dari mulut yang paling yakin. Ia punya bukti. Ia tetap tidak memaksa.
  • Yang diakui bahwa buktinya tidak sampai kepada mereka. Disamarkan bagi kalian. Ia tidak menyalahkan mata mereka.
  • Pertanyaannya jujur, bukan retoris belaka. Allah merekam bentuk itu. Yang bertanya benar-benar menyerahkan pilihan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “bagimu?” diterjemahkan “bagi kalian?”; “kamu” diterjemahkan “kalian”. Dalam ayat ini, 'rahmah' indefinit (tanpa kata sandang).