وَلَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ إِنِّي مَلَكٌ وَلَا أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزْدَرِي أَعْيُنُكُمْ لَنْ يُؤْتِيَهُمُ اللَّهُ خَيْرًا ۖ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا فِي أَنْفُسِهِمْ ۖ إِنِّي إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ

Aku tidak mengatakan kepada kalian bahwa aku mempunyai perbendaharaan Allah. Aku tidak mengetahui yang gaib dan tidak mengatakan bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat. Aku tidak mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatan kalian bahwa Allah tidak akan memberikan kebaikan kepada mereka. Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka. Jika demikian, sesungguhnya aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ إِنِّي مَلَكٌ وَلَا أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزْدَرِي أَعْيُنُكُمْ لَنْ يُؤْتِيَهُمُ اللَّهُ خَيْرًاwa-laa aquulu lakum 'indii khazaa'inu llaahi wa-laa a'lamu l-ghayba wa-laa aquulu innii malakun wa-laa aquulu li-lladziina tazdarii a'yunukum lan yu'tiyahumu llaahu khayranaku tidak mengatakan kepada kalian bahwa aku mempunyai perbendaharaan Allah, aku tidak mengetahui yang gaib dan tidak mengatakan bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat, aku tidak mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatan kalian bahwa Allah tidak akan memberikan kebaikan kepada mereka
  2. اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا فِي أَنْفُسِهِمْallaahu a'lamu bi-maa fii anfusihimAllah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka
  3. إِنِّي إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَinnii idzan la-mina zh-zhaalimiinajika demikian, sesungguhnya aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim

Terjemahan per kata (31 kata)

  1. وَلَاwa-laadan tidak pula
  2. أَقُولُaquuluaku katakan
  3. لَكُمْlakumkepada kalian
  4. عِنْدِي'indiidi sisiku
  5. خَزَائِنُkhazaa'inuperbendaharaan
  6. اللَّهِllaahiAllah
  7. وَلَاwa-laadan tidak pula
  8. أَعْلَمُa'lamuaku mengetahui
  9. الْغَيْبَl-ghaybayang gaib
  10. وَلَاwa-laadan tidak pula
  11. أَقُولُaquuluaku katakan
  12. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  13. مَلَكٌmalakunmalaikat
  14. وَلَاwa-laadan tidak pula
  15. أَقُولُaquuluaku katakan
  16. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  17. تَزْدَرِيtazdariimemandang hina
  18. أَعْيُنُكُمْa'yunukummata kalian
  19. لَنْlantidak akan
  20. يُؤْتِيَهُمُyu'tiyahumumemberi mereka
  21. اللَّهُllaahuAllah
  22. خَيْرًاkhayrankebaikan
  23. اللَّهُallaahuAllah
  24. أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
  25. بِمَاbi-maapada apa yang
  26. فِيfiidalam
  27. أَنْفُسِهِمْanfusihimdiri mereka sendiri
  28. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  29. إِذًاidzanjika demikian
  30. لَمِنَla-minasungguh termasuk
  31. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim

Inti bacaan

Nuh secara eksplisit menolak mengklaim pengetahuan tersembunyi atau menghakimi nilai batin orang yang dipandang hina, 'Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka', menahan diri dari membuat penilaian yang bukan wewenangnya. Konkretnya: menahan diri dari menilai secara pasti nilai/potensi batin seseorang berdasarkan penampilan atau status sosial mereka (bahkan saat tertekan untuk melakukannya) adalah kerendahan hati yang penting, beberapa penilaian memang bukan wewenang siapa pun untuk memutuskan secara pasti.

Tafsiran

Empat penyangkalan berurutan (bukan pemilik perbendaharaan, bukan tahu gaib, bukan malaikat, tak berhak menilai rendah orang lain) menegaskan batas kewenangan Nuh secara eksplisit: argumen kaumnya tentang status justru dijawab dengan pengakuan keterbatasan, bukan klaim keistimewaan balik.

Renungan dan Hikmah

  • Nuh menjawab tuduhan tentang kedudukan dengan empat kali menyebut apa yang bukan dirinya: bukan pemilik perbendaharaan Allah, bukan pengetahu yang gaib, bukan malaikat, bukan penilai isi hati orang. Jawaban atas serangan status ternyata berupa pengakuan batas.
  • Di tengah membela dirinya sendiri, ia justru membela orang lain: mereka yang dipandang hina oleh penglihatan kaumnya. Pembelaannya melebar. Orang yang sedang diserang biasanya mengecil ke dalam, bukan membuka payung bagi yang lebih lemah.
  • Alasan yang ia pakai Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka. Bukan bahwa mereka sebenarnya mulia. Ia tidak menukar satu penilaian dengan penilaian lain; ia memindahkan wewenang menilainya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras). ilm=pengetahuan (kata serapan 'ilmu'); a'lam=elatif; allama=kausatif 'mengajar'.