وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُ لَنْ يُؤْمِنَ مِنْ قَوْمِكَ إِلَّا مَنْ قَدْ آمَنَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

Dan diwahyukan kepada Nuh, “Bahwa tidak akan beriman dari kaummu kecuali orang yang telah beriman. Maka janganlah engkau bersedih atas apa yang mereka perbuat.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُ لَنْ يُؤْمِنَ مِنْ قَوْمِكَ إِلَّا مَنْ قَدْ آمَنَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَwa-uuhiya ilaa nuuhin annahu lan yu'mina min qawmika illaa man qad aamana fa-laa tabta'is bi-maa kaanuu yaf'aluunadan diwahyukan kepada Nuh, bahwa tidak akan beriman dari kaummu kecuali orang yang telah beriman, maka janganlah engkau bersedih atas apa yang mereka perbuat

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَأُوحِيَwa-uuhiyadan diwahyukan
  2. إِلَىٰilaakepada
  3. نُوحٍnuuhinNuh
  4. أَنَّهُannahubahwa ia
  5. لَنْlantidak akan
  6. يُؤْمِنَyu'minaberiman
  7. مِنْmindari
  8. قَوْمِكَqawmikakaummu
  9. إِلَّاillaakecuali
  10. مَنْmanorang yang
  11. قَدْqadsungguh
  12. آمَنَaamanaberiman
  13. فَلَاfa-laamaka janganlah
  14. تَبْتَئِسْtabta'isengkau bersedih
  15. بِمَاbi-maaatas apa yang
  16. كَانُواkaanuumereka selalu
  17. يَفْعَلُونَyaf'aluunamelakukan

Inti bacaan

Pelepasan beban emosional: 'janganlah engkau bersedih atas apa yang mereka perbuat', setelah pola penolakan benar-benar jelas dan menetap, kesedihan berkepanjangan atas mereka yang memilih menolak dilepaskan sebagai beban yang tidak perlu dipikul terus-menerus. Konkretnya: setelah benar-benar memastikan bahwa seseorang tidak akan berubah (bukan menyerah prematur, tapi setelah pola jelas), melepaskan kesedihan berkepanjangan atas pilihan mereka adalah kesehatan emosional yang sehat, bukan sikap tidak peduli.

Penjelasan pilihan kata

'Nuh' nama diri eksplisit bukan tambahan. Kutipan dibuka di sini, menyambung ke 11:37 (ditutup di sana).

Tafsiran

Wahyu ini menandai titik balik dalam kisah Nuh: dari ajakan terbuka menjadi kepastian tentang batas jumlah yang akan beriman, sekaligus penghiburan agar kesedihan atas penolakan tidak lagi membebani.

Renungan dan Hikmah

  • Yang diwahyukan Allah sebuah kepastian: tidak akan beriman kecuali yang telah beriman. Pintu itu ditutup dengan pemberitahuan. Tidak semua kepastian menyakitkan; ada yang justru melepaskan orang dari menunggu sesuatu yang tak akan datang.
  • Sesudah kepastian itu, yang menyusul larangan bersedih. Bukan perintah baru. Yang pertama dijaga sesudah sebuah usaha panjang dinyatakan selesai ternyata keadaan hati orang yang mengerjakannya.
  • Kesedihan yang dilarang Allah disebut atas apa yang mereka perbuat, bukan atas nasib mereka. Yang perlu dilepaskan rasa terhadap perbuatan orang lain. Dan itu justru bagian yang paling lengket pada orang yang sudah lama mengajak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-h-y, a-m-n, q-w-m, b-a-s, k-w-n, f-'-l): uuhiya ilaa nuuh diterjemahkan 'diwahyukan kepada Nuh' (akar w-h-y, wahyu kepada Nuh); tabta'is diterjemahkan 'bersedih/berputus asa' (akar b-'-s). gloss '(oleh Allah)/(Ketahuilah)' dibuang.