وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُ لَنْ يُؤْمِنَ مِنْ قَوْمِكَ إِلَّا مَنْ قَدْ آمَنَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

Dan diwahyukan kepada Nuh, “Bahwa tidak akan beriman dari kaummu kecuali orang yang telah beriman. Maka janganlah engkau bersedih atas apa yang mereka perbuat.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُ لَنْ يُؤْمِنَ مِنْ قَوْمِكَ إِلَّا مَنْ قَدْ آمَنَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَwa-uuhiya ilaa nuuhin annahu lan yu'mina min qawmika illaa man qad aamana fa-laa tabta'is bi-maa kaanuu yaf'aluunadan diwahyukan kepada Nuh, bahwa tidak akan beriman dari kaummu kecuali orang yang telah beriman, maka janganlah engkau bersedih atas apa yang mereka perbuat
Aplikasi

Pelepasan beban emosional: 'janganlah engkau bersedih atas apa yang mereka perbuat', setelah pola penolakan benar-benar jelas dan menetap, kesedihan berkepanjangan atas mereka yang memilih menolak dilepaskan sebagai beban yang tidak perlu dipikul terus-menerus. Konkretnya: setelah benar-benar memastikan bahwa seseorang tidak akan berubah (bukan menyerah prematur, tapi setelah pola jelas), melepaskan kesedihan berkepanjangan atas pilihan mereka adalah kesehatan emosional yang sehat, bukan sikap tidak peduli.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-h-y, a-m-n, q-w-m, b-a-s, k-w-n, f-'-l): uuhiya ilaa nuuh diterjemahkan 'diwahyukan kepada Nuh' (akar w-h-y, wahyu kepada Nuh); tabta'is diterjemahkan 'bersedih/berputus asa' (akar b-'-s). gloss '(oleh Allah)/(Ketahuilah)' dibuang.