وَيَصْنَعُ الْفُلْكَ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَأٌ مِنْ قَوْمِهِ سَخِرُوا مِنْهُ ۚ قَالَ إِنْ تَسْخَرُوا مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنْكُمْ كَمَا تَسْخَرُونَ
Dan ia membuat bahtera, dan setiap kali para pemuka kaumnya lewat di dekatnya, mereka mengejeknya. Ia berkata, “Jika kalian mengejek kami, maka sesungguhnya kami pun akan mengejek kalian sebagaimana kalian mengejek.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَيَصْنَعُ الْفُلْكَ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَأٌ مِنْ قَوْمِهِ سَخِرُوا مِنْهُwa-yashna'u l-fulka wa-kullamaa marra 'alayhi mala'un min qawmihi sakhiruu minhudan ia membuat bahtera, dan setiap kali para pemuka kaumnya lewat di dekatnya, mereka mengejeknya
- قَالَ إِنْ تَسْخَرُوا مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنْكُمْ كَمَا تَسْخَرُونَqaala in taskharuu minnaa fa-innaa naskharu minkum ka-maa taskharuunaia berkata, jika kalian mengejek kami, maka sesungguhnya kami pun akan mengejek kalian sebagaimana kalian mengejek
Terjemahan per kata (19 kata)
- وَيَصْنَعُwa-yashna'udan ia membuat
- الْفُلْكَl-fulkakapal
- وَكُلَّمَاwa-kullamaadan setiap kali
- مَرَّmarraberlalu
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- مَلَأٌmala'unpara pemuka
- مِنْmindari
- قَوْمِهِqawmihikaumnya
- سَخِرُواsakhiruumereka mengolok
- مِنْهُminhudarinya
- قَالَqaalaberkata
- إِنْinjika
- تَسْخَرُواtaskharuukalian mengolok
- مِنَّاminnaadari kami
- فَإِنَّاfa-innaamaka sesungguhnya kami
- نَسْخَرُnaskharukami mengolok
- مِنْكُمْminkumdari kalian
- كَمَاka-maasebagaimana
- تَسْخَرُونَtaskharuunakalian mengolok
Inti bacaan
Respons percaya diri Nuh terhadap ejekan berulang: 'jika kalian mengejek kami, maka kami pun akan mengejek kalian sebagaimana kalian mengejek', keyakinan bahwa posisi akan berbalik pada waktunya, bukan kepahitan langsung. Konkretnya: bertahan menghadapi ejekan berulang dengan keyakinan tenang bahwa waktu akan membuktikan siapa yang benar (bukan membalas dengan kepahitan langsung) adalah ketahanan yang dicontohkan di sini, kesabaran menunggu pembuktian lebih bermartabat daripada pertengkaran langsung.
Penjelasan pilihan kata
Kutipan dibuka di sini, menyambung ke 11:39 (ditutup di sana).
Tafsiran
Ejekan yang dibalas dengan ejekan setimpal ('sebagaimana kalian mengejek') bukan sekadar balas dendam, melainkan penegasan bahwa apa yang tampak konyol sekarang (membangun bahtera di darat) akan terbukti sebaliknya, sebuah pembalikan yang akan segera terlihat.
Renungan dan Hikmah
- Kalimatnya menyebut setiap kali para pemuka lewat, mereka mengejek. Bukan sekali dua kali. Yang digambarkan bukan satu penghinaan, melainkan pekerjaan panjang yang dikerjakan di bawah tawa yang tak pernah berhenti.
- Ia menjawab, dan ia terus membuat bahtera. Dua-duanya dikerjakan. Allah merekam bahwa jawabannya tidak menghentikan pekerjaannya, dan itu bagian yang paling mudah terlewat dari ayat ini.
- Balasannya disebut sebagaimana kalian mengejek, dan Allah merekam takaran itu persis, tidak dilebihkan. Yang menentukan siapa yang akhirnya tertawa memang bukan siapa yang lebih keras suaranya hari itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-n-', f-l-k, k-l-l, m-r-r, m-l-a, q-w-m, s-kh-r, q-w-l): yasna'u diterjemahkan 'membuat' (akar s-n-'); sakhiruu/naskharu/taskharuun diterjemahkan 'mengejek' (akar s-kh-r). gloss '(Nuh)/(kami)' dibuang.