وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ
Dan ia berlayar membawa mereka dalam gelombang seperti gunung-gunung, dan Nuh memanggil anaknya, sedang ia berada di tempat yang terpencil, “Wahai anakku, naiklah bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kufur.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَwa-hiya tajrii bihim fii mawjin ka-l-jibaali wa-naadaa nuuhun bnahu wa-kaana fii ma'zilin yaa bunayya rkab ma'anaa wa-laa takun ma'a l-kaafiriinadan ia berlayar membawa mereka dalam gelombang seperti gunung-gunung, dan Nuh memanggil anaknya, sedang ia berada di tempat yang terpencil, wahai anakku, naiklah bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kufur
Terjemahan per kata (20 kata)
- وَهِيَwa-hiyadan ia
- تَجْرِيtajriimengalir
- بِهِمْbihimpada mereka
- فِيfiidalam
- مَوْجٍmawjinombak
- كَالْجِبَالِka-l-jibaaliseperti gunung
- وَنَادَىٰwa-naadaadan menyeru
- نُوحٌnuuhunNuh
- ابْنَهُbnahuanaknya
- وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
- فِيfiidi
- مَعْزِلٍma'zilintempat terpencil
- يَاyaawahai
- بُنَيَّbunayyaanakku
- ارْكَبْrkabnaiklah
- مَعَنَاma'anaabersama kami
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَكُنْtakunadalah
- مَعَma'abersama
- الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
Inti bacaan
Momen yang menyayat hati: seorang anak memilih berlindung sendiri di tempat terpencil alih-alih bergabung dengan yang selamat, meski dipanggil langsung oleh ayahnya sendiri. Konkretnya: kedekatan hubungan (bahkan hubungan orang tua-anak yang paling dekat) tidak menjamin seseorang mau menerima ajakan menuju keselamatan, keputusan akhir tetap ada di tangan individu yang bersangkutan, betapa pun kerasnya orang yang mencintainya berusaha mengajak.
Tafsiran
Panggilan penuh kasih ('wahai anakku') di tengah ancaman gelombang sebesar gunung menyingkap dilema personal Nuh: seruan iman terakhir kepada anak kandungnya sendiri, dilakukan di saat paling kritis, bukan dalam suasana tenang.
Renungan dan Hikmah
- Allah melukiskan gelombang seperti gunung-gunung. Ukuran yang bisa dibayangkan. Yang menakutkan diterangkan lewat benda yang pernah dilihat pembacanya.
- Di tengah gelombang itu, Nuh memanggil anaknya. Bukan menyelamatkan diri. Yang dipikirkan pada saat paling genting justru orang lain.
- Sapaan yang Allah rekam wahai anakku, dalam bentuk memperkecil yang penuh kasih. Bukan perintah keras. Ajakan terakhir kepada orang yang hampir hilang diucapkan selembut itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-r-y, m-w-j, j-b-l, n-d-w, b-n-y, k-w-n, '-z-l, r-k-b, k-f-r): tajrii diterjemahkan 'berlayar' (akar j-r-y); mawj diterjemahkan 'gelombang'; naadaa diterjemahkan 'memanggil' (akar n-d-w); ma'zil diterjemahkan 'tempat terpencil' (akar '-z-l); irkab diterjemahkan 'naiklah' (akar r-k-b). gloss '(anak itu)/(yang jauh)/(ke bahtera)' dibuang.