قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ

Dia menjawab, “Aku akan berlindung ke gunung yang dapat menyelamatkanku dari air.” Dia berkata, “Tidak ada penyelamat pada hari ini dari ketetapan Allah kecuali siapa yang dirahmati.” Gelombang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah dia termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِqaala saaawii ilaa jabalin ya'shimunii mina l-maa'idia menjawab, aku akan berlindung ke gunung yang dapat menyelamatkanku dari air
  2. قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَqaala laa 'aashima l-yawma min amri llaahi illaa man rahimadia berkata, tidak ada penyelamat pada hari ini dari ketetapan Allah kecuali siapa yang dirahmati
  3. وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَwa-haala baynahumaa l-mawju fa-kaana mina l-mughraqiinagelombang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah dia termasuk orang-orang yang ditenggelamkan

Terjemahan per kata (23 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. سَآوِيsaaawiiaku akan berlindung
  3. إِلَىٰilaake
  4. جَبَلٍjabalingunung
  5. يَعْصِمُنِيya'shimuniimelindungiku
  6. مِنَminadari
  7. الْمَاءِl-maa'iair
  8. قَالَqaalaberkata
  9. لَاlaatidak
  10. عَاصِمَ'aashimapelindung
  11. الْيَوْمَl-yawmahari ini
  12. مِنْmindari
  13. أَمْرِamriurusan
  14. اللَّهِllaahiAllah
  15. إِلَّاillaakecuali
  16. مَنْmanorang yang
  17. رَحِمَrahimamerahmati
  18. وَحَالَwa-haaladan menghalangi
  19. بَيْنَهُمَاbaynahumaaantara keduanya
  20. الْمَوْجُl-mawjuombak
  21. فَكَانَfa-kaanamaka jadilah
  22. مِنَminadari
  23. الْمُغْرَقِينَl-mughraqiinaorang-orang yang ditenggelamkan

Inti bacaan

Kesalahan fatal sang anak: mempercayakan keselamatan pada sumber daya sendiri ('aku akan berlindung ke gunung') dalam situasi yang sebenarnya membutuhkan sesuatu yang sama sekali berbeda, kepercayaan diri yang salah tempat pada momen yang salah. Konkretnya: dalam situasi genting yang membutuhkan bergabung dengan sumber pertolongan yang tepat, mengandalkan sepenuhnya kemampuan/rencana sendiri yang sebenarnya tidak memadai untuk skala masalahnya adalah kesalahan penilaian yang fatal, mengenali kapan situasi membutuhkan lebih dari sekadar usaha mandiri adalah kebijaksanaan penting.

Tafsiran

Jawaban 'aku akan berlindung ke gunung' menyingkap kesalahpahaman fatal: sang anak mencari perlindungan fisik dari bencana yang sifatnya bukan sekadar fisik, sementara jawaban Nuh menegaskan bahwa keselamatan hari itu murni soal rahmat, bukan strategi bertahan hidup.

Renungan dan Hikmah

  • Yang dipilihnya gunung, tempat tertinggi yang ia tahu, dan pilihannya masuk akal menurut ukuran mana pun. Yang keliru bukan pertimbangannya. Yang keliru anggapannya bahwa hari itu masih bisa diukur dengan tinggi rendahnya tempat.
  • Jawaban yang diberikan menyebut satu-satunya kekecualian: siapa yang dirahmati Allah. Bukan siapa yang cukup tinggi berdirinya. Kalimat itu memindahkan seluruh perkara dari soal tempat berpijak ke soal siapa yang menaungi.
  • Percakapan itu tidak selesai; gelombang menjadi penghalang di antara keduanya. Kalimat terakhir tak sempat dijawab. Allah menceritakannya begitu, sehingga yang tertinggal pada pembaca bukan sebuah kesimpulan, melainkan percakapan yang terputus.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…lah kecuali siapa yang dirahmati oleh-Nya.” Gelombang men…”. verba rahima diterjemahkan keluarga 'merahmati/memberi rahmat' (sejalan raahimiin diterjemahkan 'pemberi rahmat', kata terjemahan lain SENDIRI di 23:109).