وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Dan dikatakan, “Wahai bumi, telanlah airmu, dan wahai langit, berhentilah,” dan air pun disurutkan, dan urusan pun diselesaikan, dan berlabuh di atas Judi. Dan dikatakan, “Kebinasaan bagi kaum yang zalim.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّwa-qiila yaa ardhu bla'ii maa'aki wa-yaa samaa'u aqli'ii wa-ghiidha l-maa'u wa-qudhiya l-amru wa-stawat 'alaa l-juudiyyidan dikatakan, wahai bumi, telanlah airmu, dan wahai langit, berhentilah, dan air pun disurutkan, dan urusan pun diselesaikan, dan berlabuh di atas Judi
- وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَwa-qiila bu'dan li-l-qawmi zh-zhaalimiinadan dikatakan, kebinasaan bagi kaum yang zalim
Terjemahan per kata (19 kata)
- وَقِيلَwa-qiiladan dikatakan
- يَاyaawahai
- أَرْضُardhubumi
- ابْلَعِيbla'iitelanlah
- مَاءَكِmaa'akiairmu
- وَيَاwa-yaadan wahai
- سَمَاءُsamaa'ulangit
- أَقْلِعِيaqli'iiberhentilah
- وَغِيضَwa-ghiidhadan disurutkan
- الْمَاءُl-maa'uair
- وَقُضِيَwa-qudhiyadan diputuskan
- الْأَمْرُl-amruurusan
- وَاسْتَوَتْwa-stawatdan berlabuhlah
- عَلَى'alaaatas
- الْجُودِيِّl-juudiyyiJudi
- وَقِيلَwa-qiiladan dikatakan
- بُعْدًاbu'dankebinasaan
- لِلْقَوْمِli-l-qawmibagi kaum
- الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
Inti bacaan
Penyelesaian yang menyeluruh dan tegas: 'urusan pun diselesaikan', setelah proses berjalan, penutupan yang jelas dan final, bukan ketidakpastian berkepanjangan.
Tafsiran
Perintah langsung kepada bumi dan langit ('telanlah'/'berhentilah') menegaskan kekuasaan yang mencakup elemen non-manusia sekalipun: penutup banjir ini secepat dan seperintah mulanya, menyingkap bahwa seluruh peristiwa sepenuhnya berada dalam kendali, bukan bencana alam lepas kendali.
Renungan dan Hikmah
- Allah berbicara kepada bumi dan langit, bukan kepada manusia. Keduanya diperintah. Keduanya menurut.
- Banjir sebesar itu diselesaikan dengan dua kalimat. Bukan berangsur-angsur. Sependek memulainya.
- Nama tempat berlabuh disebut Allah: Judi. Bukan dibiarkan samar. Peristiwanya diberi alamat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-r-d, b-l-', m-w-h, s-m-w, q-l-', gh-y-d, q-d-y, a-m-r, s-w-y, b-'-d, q-w-m, zh-l-m): ibla'ii diterjemahkan 'telanlah' (akar b-l-'); aqli'ii diterjemahkan 'berhentilah' (akar q-l-'); ghiida diterjemahkan 'disurutkan' (akar gh-y-d); qudiya l-amr diterjemahkan 'urusan diselesaikan' (akar q-d-y); istawat diterjemahkan 'berlabuh (mapan)' (akar s-w-y); bu'dan diterjemahkan 'kebinasaan' (akar b-'-d). gloss '(oleh Allah)/(mencurahkan hujan)/(pembinasaan…)/(kapal itu pun)' dibuang.