وَنَادَىٰ نُوحٌ رَبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ
Nuh memohon kepada Tuhannya seraya berkata, “Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku dan sesungguhnya janji-Mu itu pasti benar, dan Engkau hakim yang paling penuh hikmah.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَنَادَىٰ نُوحٌ رَبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَwa-naadaa nuuhun rabbahu fa-qaala rabbi inna bnii min ahlii wa-inna wa'daka l-haqqu wa-anta ahkamu l-haakimiinaNuh memohon kepada Tuhannya seraya berkata, Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku dan sesungguhnya janji-Mu itu pasti benar, dan Engkau hakim yang paling penuh hikmah
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَنَادَىٰwa-naadaadan menyeru
- نُوحٌnuuhunNuh
- رَبَّهُrabbahuTuhannya
- فَقَالَfa-qaalalalu ia berkata
- رَبِّrabbiTuhan
- إِنَّinnasesungguhnya
- ابْنِيbniianakku
- مِنْmindari
- أَهْلِيahliikeluargaku
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- وَعْدَكَwa'dakajanji-Mu
- الْحَقُّl-haqqukebenaran
- وَأَنْتَwa-antadan Engkau
- أَحْكَمُahkamupaling bijaksana
- الْحَاكِمِينَl-haakimiinapara pemutus perkara
Inti bacaan
Permohonan seorang ayah yang berduka: 'sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku', ungkapan cinta dan kesedihan yang tulus, disampaikan sebagai pertanyaan jujur, bukan protes atau pemberontakan terhadap ketetapan. Konkretnya: mengungkapkan kesedihan dan pertanyaan jujur tentang sesuatu yang sulit diterima (bahkan kepada otoritas tertinggi) adalah respons manusiawi yang sah, kejujuran emosional tidak sama dengan pembangkangan, keduanya bisa disampaikan dengan hormat sekaligus.
Penjelasan pilihan kata
'Nuh' nama diri eksplisit bukan tambahan.
Tafsiran
Permohonan Nuh ini menyingkap ketegangan antara kasih ayah dan janji ilahi: ia tidak menuntut, melainkan mengingatkan status anaknya sebagai 'keluarga', sambil tetap mengakui otoritas penuh Allah sebagai hakim yang paling bijaksana, membuka ruang bagi jawaban yang akan datang di ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Nuh tidak menuntut; ia menyebutkan dua hal yang sama-sama benar: anaknya termasuk keluarganya, dan janji Allah pasti benar. Keduanya diletakkan berdampingan tanpa dipertentangkan. Orang yang berduka dan masih sanggup menyebut kedua sisi itu sekaligus sedang menahan sesuatu yang berat.
- Doanya ditutup dengan menyebut Allah hakim yang paling penuh hikmah. Pengakuan itu diberikan sebelum jawabannya datang. Menyerahkan keputusan sebelum tahu isinya jauh lebih sulit daripada menerimanya sesudah tahu.
- Kata yang ia pakai keluargaku, dan justru kata itulah yang akan dijawab pada ayat berikutnya. Ia tidak tahu itu ketika mengucapkannya. Yang membuat doa ini terasa manusiawi persis karena ia mengandaikan sesuatu yang ternyata masih perlu diluruskan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
wa-anta AHKAMU l-haakimiin, terjemahan lain 'hakim yang paling adil' (jg di 95:8): kata 'adil' (-d-l) TIDAK ada di ayat; elatif akar h-k-m diterjemahkan 'hakim yang paling penuh hikmah' (struktur = arham ar-raahimiin). Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).