قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ ۖ فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۖ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Dia berfirman, “Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu; sesungguhnya itu adalah perbuatan yang tidak baik. Oleh karena itu, janganlah engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui. Sesungguhnya Aku menasihatimu agar engkau tidak termasuk orang-orang bodoh.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَqaala yaa nuuhu innahu laysa min ahlikadia berfirman, wahai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu
  2. إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍinnahu 'amalun ghayru shaalihinsesungguhnya itu adalah perbuatan yang tidak baik
  3. فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌfa-laa tas'alni maa laysa laka bihi 'ilmunoleh karena itu, janganlah engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui
  4. إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَinnii a'izhuka an takuuna mina l-jaahiliinasesungguhnya Aku menasihatimu agar engkau tidak termasuk orang-orang bodoh

Terjemahan per kata (24 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. يَاyaawahai
  3. نُوحُnuuhuNuh
  4. إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
  5. لَيْسَlaysabukanlah
  6. مِنْmindari
  7. أَهْلِكَahlikakeluargamu
  8. إِنَّهُinnahusesungguhnya itu
  9. عَمَلٌ'amalunamal
  10. غَيْرُghayruyang tidak
  11. صَالِحٍshaalihinSaleh
  12. فَلَاfa-laamaka janganlah
  13. تَسْأَلْنِtas'alniengkau menanyakan kepadaku
  14. مَاmaaapa yang
  15. لَيْسَlaysabukanlah
  16. لَكَlakabagimu
  17. بِهِbihitentangnya
  18. عِلْمٌ'ilmunpengetahuan
  19. إِنِّيinniisesungguhnya Aku
  20. أَعِظُكَa'izhukaAku menasihatimu
  21. أَنْanagar tidak
  22. تَكُونَtakuunamenjadi
  23. مِنَminadari
  24. الْجَاهِلِينَl-jaahiliinaorang-orang yang jahil

Inti bacaan

kekerabatan sejati didefinisikan ulang lewat karakter dan perbuatan ('perbuatannya sungguh tidak baik'), bukan semata ikatan darah, sebuah pengingat tegas namun disampaikan dengan lembut ('Aku menasihatimu'). Konkretnya: ikatan kekeluargaan yang paling dalam pada akhirnya terkait dengan kesamaan nilai dan karakter, bukan sekadar hubungan darah, kebenaran ini sulit diterima tapi penting: kedekatan biologis tidak otomatis berarti kedekatan yang lebih dalam jika nilai-nilai yang dipegang sangat berbeda.

Tafsiran

Jawaban ini membatalkan asumsi Nuh di 11:45: status 'keluarga' ternyata tidak otomatis mengikuti garis darah, melainkan ditentukan oleh perbuatan; permohonan Nuh sendiri ditegur sebagai memohon sesuatu di luar pengetahuannya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut anak itu bukan termasuk keluarga Nuh. Padahal anaknya sendiri. Ikatan yang dihitung di sini bukan yang lahir, melainkan yang dipilih.
  • Allah menyebut sebabnya: itu perbuatan yang tidak baik. Yang menjauhkan perbuatannya. Jarak itu tidak muncul dari keputusan sepihak, melainkan dari apa yang ia kerjakan.
  • Allah melarang Nuh memohon sesuatu yang tidak ia ketahui, lalu menyebut Dia menasihatinya. Teguran ditutup dengan kata nasihat. Yang ditegur pun tetap disebut sedang dinasihati.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).