قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Ia berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui. Kalau Engkau tidak mengampuniku dan tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang-orang yang merugi.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌqaala rabbi innii a'uudzu bika an as'alaka maa laysa lii bihi 'ilmunia berkata, ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui
  2. وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَwa-illaa taghfir lii wa-tarhamnii akun mina l-khaasiriinakalau Engkau tidak mengampuniku dan tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang-orang yang merugi

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. رَبِّrabbiTuhan
  3. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  4. أَعُوذُa'uudzuaku berlindung
  5. بِكَbikakepada-Mu
  6. أَنْanuntuk
  7. أَسْأَلَكَas'alakaaku meminta kepadamu
  8. مَاmaaapa yang
  9. لَيْسَlaysabukanlah
  10. لِيliibagiku
  11. بِهِbihitentangnya
  12. عِلْمٌ'ilmunpengetahuan
  13. وَإِلَّاwa-illaadan jika tidak
  14. تَغْفِرْtaghfirEngkau mengampuni
  15. لِيliibagiku
  16. وَتَرْحَمْنِيwa-tarhamniidan Engkau merahmatiku
  17. أَكُنْakunaku adalah
  18. مِنَminadari
  19. الْخَاسِرِينَl-khaasiriinaorang-orang yang rugi

Inti bacaan

Respons Nuh terhadap koreksi adalah penerimaan langsung dan rendah hati, bukan pembelaan diri atau protes berkepanjangan, melainkan pengakuan jujur akan keterbatasan pemahamannya sendiri dan permohonan ampun. Konkretnya: menerima koreksi dengan cepat dan rendah hati (bahkan di tengah kesedihan mendalam), tanpa defensif atau protes berkepanjangan, adalah kematangan emosional yang dicontohkan di sini, mengakui keterbatasan pemahaman sendiri saat dikoreksi adalah kekuatan, bukan kelemahan.

Tafsiran

Permintaan ampun Nuh yang segera menyusul teguran menyingkap kerendahan hati otentik: ia tidak membela diri atau berdebat, melainkan langsung mengakui kesalahan dan memohon rahmat.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Nuh berlindung dari memohon sesuatu yang tak ia ketahui. Yang ditakutinya doanya sendiri. Permintaan yang lahir dari kasih pun bisa keliru sasarannya.
  • Ia menyebut kalau tidak diampuni dan dikasihani, ia termasuk yang merugi. Sesudah ratusan tahun menyeru. Yang paling lama bertahan pun tak menyebut jasanya sebagai jaminan.
  • Allah menegurnya di ayat sebelumnya, dan jawabannya berupa permohonan ampun. Bukan pembelaan. Yang ditegur langsung berbalik, dan itu bagian dari mengapa ia disebut nabi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). Dalam ayat ini, 'ghafara' dan 'rahima' sama-sama tanpa kata sandang al-. ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf') · verba rahima diterjemahkan keluarga 'merahmati/memberi rahmat' (sejalan raahimiin diterjemahkan 'pemberi rahmat', kata terjemahan lain SENDIRI di 23:109).