قِيلَ يَا نُوحُ اهْبِطْ بِسَلَامٍ مِنَّا وَبَرَكَاتٍ عَلَيْكَ وَعَلَىٰ أُمَمٍ مِمَّنْ مَعَكَ ۚ وَأُمَمٌ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dikatakan, “Wahai Nuh, turunlah dengan keselamatan dari Kami dan keberkahan atasmu dan atas umat-umat dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada umat-umat yang akan Kami beri kesenangan, kemudian mereka ditimpa azab yang pedih dari Kami.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قِيلَ يَا نُوحُ اهْبِطْ بِسَلَامٍ مِنَّا وَبَرَكَاتٍ عَلَيْكَ وَعَلَىٰ أُمَمٍ مِمَّنْ مَعَكَqiila yaa nuuhu hbith bi-salaamin minnaa wa-barakaatin 'alayka wa-'alaa umamin mimman ma'akadikatakan, wahai Nuh, turunlah dengan keselamatan dari Kami dan keberkahan atasmu dan atas umat-umat dari orang-orang yang bersamamu
- وَأُمَمٌ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌwa-umamun sa-numatti'uhum tsumma yamassuhum minnaa 'adzaabun aliimundan ada umat-umat yang akan Kami beri kesenangan, kemudian mereka ditimpa azab yang pedih dari Kami
Terjemahan per kata (19 kata)
- قِيلَqiiladikatakan
- يَاyaawahai
- نُوحُnuuhuNuh
- اهْبِطْhbithturunlah
- بِسَلَامٍbi-salaamindengan sejahtera
- مِنَّاminnaadari Kami
- وَبَرَكَاتٍwa-barakaatindan keberkahan
- عَلَيْكَ'alaykaatasmu
- وَعَلَىٰwa-'alaadan atas
- أُمَمٍumaminumat-umat
- مِمَّنْmimmandari orang yang
- مَعَكَma'akabersamamu
- وَأُمَمٌwa-umamundan umat-umat
- سَنُمَتِّعُهُمْsa-numatti'uhumKami akan memberi mereka kesenangan
- ثُمَّtsummakemudian
- يَمَسُّهُمْyamassuhummenyentuh mereka
- مِنَّاminnaadari Kami
- عَذَابٌ'adzaabunazab
- أَلِيمٌaliimunyang pedih
Inti bacaan
Pengingat penting: bahkan di antara keturunan yang diselamatkan, generasi mendatang akan tetap terbagi, sebagian diberkahi, sebagian lain kelak menghadapi konsekuensi. Keselamatan leluhur tidak menjamin keselamatan otomatis bagi semua keturunan. Konkretnya: warisan keluarga yang baik (nilai, keberkahan leluhur) bukan jaminan otomatis bahwa semua generasi berikutnya akan mengikuti jalan yang sama, setiap generasi tetap menghadapi ujian dan pilihannya sendiri, terlepas dari pencapaian atau keselamatan generasi sebelumnya.
Penjelasan pilihan kata
'Nuh' nama diri eksplisit bukan tambahan.
Tafsiran
Berkah yang dijanjikan meluas hingga ke 'umat-umat' keturunan mereka yang selamat, tetapi disandingkan langsung dengan peringatan bahwa sebagian keturunan itu kelak akan menerima azab, menegaskan bahwa keberkahan awal tidak menjamin kesetiaan permanen.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut keselamatan dan keberkahan, lalu pada kalimat yang sama menyebut umat yang kelak ditimpa azab. Keduanya tidak dipisah ke ayat berbeda. Kabar gembira yang jujur menyebutkan sekaligus batas berlakunya.
- Yang diberkahi bukan cuma yang turun dari bahtera, melainkan umat-umat dari orang-orang yang bersamanya. Berkahnya menembus generasi. Dan justru karena menembus generasi, ia berhadapan dengan pilihan generasi yang belum lahir.
- Urutan yang disebut Allah kesenangan lebih dahulu, baru azab. Bukan sebaliknya. Yang digambarkan bukan hukuman yang datang tiba-tiba, melainkan kelapangan panjang yang ternyata bukan tanda apa-apa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, h-b-t, s-l-m, b-r-k, a-m-m, m-t-', m-s-s, '-dz-b, a-l-m): ihbit diterjemahkan 'turunlah' (akar h-b-t); salaam/barakaat diterjemahkan 'keselamatan/keberkahan' (akar b-r-k); numatti'uhum diterjemahkan 'memberi kesenangan' (akar m-t-'); yamassuhum diterjemahkan 'menimpa mereka' (akar m-s-s putaran MSS). gloss '(melalui wahyu)/(dari bahteramu)/(mukmin)/(kafir)/(dalam kehidupan dunia)' dibuang.