تِلْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهَا إِلَيْكَ ۖ مَا كُنْتَ تَعْلَمُهَا أَنْتَ وَلَا قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هَٰذَا ۖ فَاصْبِرْ ۖ إِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

Itu sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu. Tidak pernah engkau mengetahuinya dan tidak kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah. Sesungguhnya kesudahan adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. تِلْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهَا إِلَيْكَtilka min anbaa'i l-ghaybi nuuhiihaa ilaykaitu sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu
  2. مَا كُنْتَ تَعْلَمُهَا أَنْتَ وَلَا قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هَٰذَاmaa kunta ta'lamuhaa anta wa-laa qawmuka min qabli haadzaatidak pernah engkau mengetahuinya dan tidak kaummu sebelum ini
  3. فَاصْبِرْfa-shbirmaka bersabarlah
  4. إِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَinna l-'aaqibata li-l-muttaqiinasesungguhnya kesudahan adalah bagi orang-orang yang bertakwa

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. تِلْكَtilkaitulah
  2. مِنْmindari
  3. أَنْبَاءِanbaa'iberita
  4. الْغَيْبِl-ghaybiyang gaib
  5. نُوحِيهَاnuuhiihaaKami wahyukan
  6. إِلَيْكَilaykakepadamu
  7. مَاmaatidaklah
  8. كُنْتَkuntaengkau adalah
  9. تَعْلَمُهَاta'lamuhaaengkau mengetahuinya
  10. أَنْتَantaengkau
  11. وَلَاwa-laadan tidak pula
  12. قَوْمُكَqawmukakaummu
  13. مِنْmindari
  14. قَبْلِqablisebelum
  15. هَٰذَاhaadzaaini
  16. فَاصْبِرْfa-shbirmaka bersabarlah
  17. إِنَّinnasesungguhnya
  18. الْعَاقِبَةَl-'aaqibatakesudahan
  19. لِلْمُتَّقِينَli-l-muttaqiinabagi orang-orang yang bertakwa

Inti bacaan

Pengetahuan detail tentang peristiwa yang benar-benar di luar akses sebelumnya ('Tidak pernah engkau mengetahuinya dan tidak pula kaummu') menjadi argumen tersendiri tentang keotentikan sumber, ditutup dengan pengingat 'kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa'.

Tafsiran

Penutup kisah Nuh ini menegaskan status wahyu sebagai 'berita gaib' yang genuinely baru, bukan pengetahuan yang bisa diperoleh dari sumber lain, sebuah klaim yang langsung diikuti perintah bersabar, mengaitkan pengetahuan gaib dengan konsekuensi praktis kesabaran.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut kisah itu berita-berita gaib. Bukan riwayat. Yang disampaikan sesuatu yang tak bisa dicari di tempat lain.
  • Yang ditegaskan ia tak pernah mengetahuinya, tidak juga kaumnya. Dua-duanya. Sumbernya ditutup dari segala arah.
  • Allah menyusulkan maka bersabarlah. Sesudah menyebut wahyu. Pengetahuan yang besar disusul perintah yang paling sederhana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).