يَا قَوْمِ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى الَّذِي فَطَرَنِي ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Wahai kaumku, aku tidak meminta kepada kalian imbalan atasnya. Imbalanku hanyalah dari Dia yang menciptakanku. Tidakkah kalian berakal?
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَا قَوْمِ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًاyaa qawmi laa as'alukum 'alayhi ajranwahai kaumku, aku tidak meminta kepada kalian imbalan atasnya
- إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى الَّذِي فَطَرَنِيin ajriya illaa 'alaa lladzii fatharaniiimbalanku hanyalah dari Dia yang menciptakanku
- أَفَلَا تَعْقِلُونَa-fa-laa ta'qiluunatidakkah kalian berakal
Terjemahan per kata (14 kata)
- يَاyaawahai
- قَوْمِqawmikaumku
- لَاlaatidak
- أَسْأَلُكُمْas'alukumaku meminta kepada kalian
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- أَجْرًاajranupah
- إِنْinjika
- أَجْرِيَajriyaupahku
- إِلَّاillaakecuali
- عَلَى'alaaatas
- الَّذِيlladziiyang
- فَطَرَنِيfatharaniimenciptakanku
- أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
- تَعْقِلُونَta'qiluunakalian mengerti
Inti bacaan
Prinsip tanpa-imbalan diulang lagi dari Hud: 'imbalanku hanyalah dari Dia yang menciptakanku; tidakkah kalian berakal?', motif murni yang konsisten ditunjukkan sebagai bukti kredibilitas lintas berbagai kisah nabi.
Penjelasan pilihan kata
Kutipan dibuka di 11:50, berlanjut di sini.
Tafsiran
Argumen tanpa-imbalan Hud identik dengan Nuh (11:29): pola berulang yang menegaskan bahwa penolakan pesan tidak bisa dijelaskan dengan motif ekonomi penyampainya.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Hud memakai alasan yang sama dengan Nuh. Nabinya berbeda. Bantahannya serupa.
- Yang membayar disebut Dia yang menciptakanku. Bukan sekadar Tuhan. Yang membuat dirinya.
- Pertanyaan tentang akal ditaruh di ujung. Allah merekam nadanya. Bukan menghina, mengajak berpikir.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-m, s-a-l, a-j-r, f-t-r, '-q-l): as'alu ajran diterjemahkan 'meminta imbalan' (akar s-'-l + akar '-j-r); fataranii diterjemahkan 'menciptakanku (dari asal-mula)' (akar f-t-r putaran FTR); ta'qiluun diterjemahkan 'berakal' (akar '-q-l putaran EQL). gloss '(Hud berkata,)/(sedikit pun)/(seruanku)/(Tuhan)' dibuang.