يَا قَوْمِ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى الَّذِي فَطَرَنِي ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Wahai kaumku, aku tidak meminta kepada kalian imbalan atasnya. Imbalanku hanyalah dari Dia yang menciptakanku. Tidakkah kalian berakal?
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَا قَوْمِ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًاyaa qawmi laa as'alukum alayhi ajranwahai kaumku, aku tidak meminta kepada kalian imbalan atasnya
- إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى الَّذِي فَطَرَنِيin ajriya illaa alaa lladzii fataraniiimbalanku hanyalah dari Dia yang menciptakanku
- أَفَلَا تَعْقِلُونَa-fa-laa ta'qiluunatidakkah kalian berakal
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-m, s-a-l, a-j-r, f-t-r, '-q-l): as'alu ajran diterjemahkan 'meminta imbalan' (akar s-'-l + akar '-j-r); fataranii diterjemahkan 'menciptakanku (dari asal-mula)' (akar f-t-r putaran FTR); ta'qiluun diterjemahkan 'berakal' (akar '-q-l putaran EQL). gloss '(Hud berkata,)/(sedikit pun)/(seruanku)/(Tuhan)' dibuang.
Aplikasi
Prinsip tanpa-imbalan diulang lagi dari Hud: 'imbalanku hanyalah dari Dia yang menciptakanku; tidakkah kalian berakal?', motif murni yang konsisten ditunjukkan sebagai bukti kredibilitas lintas berbagai kisah nabi.