قَالُوا يَا هُودُ مَا جِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍ وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِي آلِهَتِنَا عَنْ قَوْلِكَ وَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ
Mereka berkata, “Wahai Hud, engkau tidak mendatangkan kepada kami bukti yang nyata, dan kami tidak akan meninggalkan tuhan-tuhan kami karena perkataanmu, dan kami tidak percaya kepadamu.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالُوا يَا هُودُ مَا جِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍ وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِي آلِهَتِنَا عَنْ قَوْلِكَ وَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَqaaluu yaa huudu maa ji'tanaa bi-bayyinatin wa-maa nahnu bi-taariki aalihatinaa an qawlika wa-maa nahnu laka bi-mu'miniinamereka berkata, wahai Hud, engkau tidak mendatangkan kepada kami bukti yang nyata, dan kami tidak akan meninggalkan tuhan-tuhan kami karena perkataanmu, dan kami tidak percaya kepadamu
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-l, h-w-d, j-y-a, b-y-n, t-r-k, a-l-h, a-m-n): bayyinah diterjemahkan 'bukti yang nyata' (akar b-y-n); taarikii diterjemahkan 'meninggalkan' (akar t-r-k); aalihah diterjemahkan 'tuhan-tuhan' (jamak ilaah, dijaga harfiah; terjemahan lain 'sembahan'). gloss '(kaum 'Ad)/(pernah)' dibuang.
Aplikasi
Penolakan mentah 'engkau tidak mendatangkan kepada kami bukti yang nyata' terjadi meski dalam konteks yang lebih luas bukti-bukti sudah tersedia, pola penolakan yang mengklaim kekurangan bukti padahal akarnya adalah keengganan.