إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ ۚ مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا ۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian. Tidak ada satu makhluk melata pun kecuali Dia memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْinnii tawakkaltu alaa llaahi rabbii wa-rabbikumsesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian
  2. مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَاmaa min daabbatin illaa huwa aakhidzun bi-naasiyatihaatidak ada satu makhluk melata pun kecuali Dia memegang ubun-ubunnya
  3. إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍinna rabbii alaa siraatin mustaqiiminsesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar w-k-l, a-l-h, r-b-b, d-b-b, a-kh-dz, n-s-y, s-r-t, q-w-m): tawakkaltu diterjemahkan 'aku bertawakal' (akar w-k-l putaran 61); daabbah diterjemahkan 'makhluk melata' (akar d-b-b); naasiyah diterjemahkan 'ubun-ubun' (kekuasaan mutlak Allah). gloss '(di atas bumi)/(menguasainya)/(adil)' dibuang.

Aplikasi

Dasar dari keberanian itu dijelaskan: 'tidak ada satu makhluk melata pun kecuali Dia memegang ubun-ubunnya', kepercayaan penuh pada kendali menyeluruh atas segala sesuatu, termasuk lawan-lawannya sendiri, menjadi sumber ketenangan menghadapi ancaman. Konkretnya: keberanian yang benar-benar stabil (bukan sekadar nekat) berasal dari kepercayaan mendalam bahwa segala sesuatu, termasuk ancaman yang dihadapi, tetap berada dalam kendali yang lebih besar, fondasi kepercayaan ini yang membuat keberanian terasa tenang, bukan grogi.