وَتِلْكَ عَادٌ ۖ جَحَدُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَعَصَوْا رُسُلَهُ وَاتَّبَعُوا أَمْرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ
Dan itulah Ad. Mereka mengingkari tanda-tanda Tuhan, mendurhakai rasul-rasul-Nya, dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi keras kepala.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَتِلْكَ عَادٌwa-tilka 'aadundan itulah Ad
- جَحَدُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَعَصَوْا رُسُلَهُ وَاتَّبَعُوا أَمْرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍjahaduu bi-aayaati rabbihim wa-'ashaw rusulahu wa-ttaba'uu amra kulli jabbaarin 'aniidinmereka mengingkari tanda-tanda Tuhan, mendurhakai rasul-rasul-Nya, dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi keras kepala
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَتِلْكَwa-tilkadan itulah
- عَادٌ'aadun'Ad
- جَحَدُواjahaduumereka mengingkari
- بِآيَاتِbi-aayaatipada tanda-tanda
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- وَعَصَوْاwa-'ashawdan mereka mendurhakai
- رُسُلَهُrusulahurasul-rasul-Nya
- وَاتَّبَعُواwa-ttaba'uudan mereka mengikuti
- أَمْرَamraurusan
- كُلِّkullisegala
- جَبَّارٍjabbaarinyang bengis
- عَنِيدٍ'aniidinyang keras kepala
Inti bacaan
Kegagalan ketiga ditambahkan pada daftar: bukan hanya mengingkari tanda dan mendurhakai rasul, tetapi juga 'menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi keras kepala', kepatuhan buta pada kepemimpinan yang buruk sebagai pelanggaran tersendiri. Konkretnya: mengikuti kepemimpinan yang jelas-jelas sewenang-wenang dan keras kepala tanpa mempertanyakannya adalah pelanggaran tersendiri, bukan sekadar kepasifan netral, tanggung jawab tetap ada pada individu yang memilih mengikuti kepemimpinan buruk, bukan sepenuhnya berpindah ke pemimpin itu sendiri.
Tafsiran
Tiga tuduhan terhadap 'Ad (mengingkari tanda, mendurhakai rasul, mengikuti penguasa sewenang-wenang) menyingkap pola ketundukan salah arah, bukan tanpa otoritas yang diikuti, melainkan otoritas yang salah yang dipilih menggantikan bimbingan rasul.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tiga hal: mengingkari tanda, mendurhakai rasul, dan menuruti perintah penguasa yang sewenang-wenang. Yang ketiga justru berupa kepatuhan. Menuruti bisa dituliskan sebagai pelanggaran, tergantung kepada siapa ia diberikan.
- Yang digambarkan bukan orang yang menolak segala kepemimpinan, melainkan orang yang memilih kepemimpinan yang keliru. Mereka tetap tunduk pada sesuatu. Yang kosong bukan ketaatannya, melainkan arah ketaatan itu.
- Allah menyebut semua penguasa yang sewenang-wenang lagi keras kepala, tanpa menyebut nama satu pun. Daftarnya dibiarkan terbuka. Yang dijadikan penanda bukan siapa orangnya, melainkan sifat yang bisa dikenali pada siapa saja di zaman mana pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.