وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ
Dan kepada Samud, saudara mereka, Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah! Sekali-kali tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia. Dia telah menciptakan kalian dari bumi dan menjadikan kalian peramainya. Oleh karena itu, mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku dekat lagi mengabulkan.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًاwa-ilaa tsamuuda akhaahum saalihandan kepada Samud, saudara mereka, Saleh
- قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُqaala yaa qawmi buduu llaaha maa lakum min ilaahin ghayruhudia berkata, wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia
- هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِhuwa ansha'akum mina l-ardi wa-sta'marakum fiihaa fa-staghfiruuhu tsumma tuubuu ilayhiDia telah menciptakan kalian dari bumi dan menjadikan kalian peramainya, oleh karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya
- إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌinna rabbii qariibun mujiibunsesungguhnya Tuhanku dekat lagi mengabulkan
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “bagimu” diterjemahkan “bagi kalian”; “menciptakanmu” diterjemahkan “menciptakan kalian”; “menjadikanmu” diterjemahkan “menjadikan kalian”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. sebagian penerjemah: 'And to Thamuud, their brother Saalih. He said: “O my people: serve God; you have no god but He. He produced you from the earth and settled you therein, so ask forgiveness of Him; then turn to Him; my Lord is near and responsive.”' Corpus ayat ini: «{sotagofiru, tanpa-al». istaghfara diterjemahkan 'memohon ampun'. ⟶ akar ini. *'amira* = *'He, long'*; *'amara bi-makaanin* = *'He, resided in a place'*; *'amara* (tempat) = menjadi dihuni, *'in a flourishing state, '*. ** (hlm 2156) memikul, *''* DAN *'in a place'*. Ditambah *'umraan* dinyatakan ** ('reruntuhan/tanah terbengkalai', Lane hlm 716). diterjemahkan **Inti akar = BERTAHAN-BERLANGSUNG / TERUS TERPELIHARA, lawan BINASA & TERBENGKALAI.** Usia = lamanya orang bertahan; *'imaarah* = tempat yang terus dihuni & terpelihara. (Sejajar akar h-j-j: *qasada* memersatukan ziarah & argumen, HJJ.) ⟶ (putusan opsi-2): sebelumnya terjemahan lain memakai, 'memakmurkan' (9:17, 9:18, 30:9, 11:61) vs '' (9:19, kehilangan seluruh muatan akar). ⚠ 'Makmur' (KBBI) berkonotasi, sedangkan inti akar =; 'meramaikan' lebih dekat & konsisten. 9:17/9:18 '', 9:19 '', 30:9 '', 52:4 '', 11:61 ''.
Aplikasi
Peran manusia digambarkan sebagai 'peramai' bumi (ista'marakum), sebuah tanggung jawab kepengurusan yang melekat sejak asal-usul penciptaan, disertai kedekatan yang dijanjikan: 'Tuhanku sangat dekat lagi Maha Memperkenankan'. Konkretnya: memandang keberadaan di dunia sebagai peran aktif memakmurkan/merawat (bukan sekadar menghuni pasif) memberi kerangka tanggung jawab yang lebih jelas, kesadaran akan peran 'peramai' ini bisa menjadi pengingat untuk berkontribusi aktif pada tempat dan komunitas yang dihuni, bukan sekadar menempatinya.