وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ
Dan kepada Samud, saudara mereka, Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah! Sekali-kali tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia. Dia telah menciptakan kalian dari bumi dan menjadikan kalian peramainya. Oleh karena itu, mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku dekat lagi mengabulkan.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًاwa-ilaa tsamuuda akhaahum shaalihandan kepada Samud, saudara mereka, Saleh
- قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُqaala yaa qawmi 'buduu llaaha maa lakum min ilaahin ghayruhudia berkata, wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia
- هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِhuwa ansya'akum mina l-ardhi wa-sta'marakum fiihaa fa-staghfiruuhu tsumma tuubuu ilayhiDia telah menciptakan kalian dari bumi dan menjadikan kalian peramainya, oleh karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya
- إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌinna rabbii qariibun mujiibunsesungguhnya Tuhanku dekat lagi mengabulkan
Terjemahan per kata (28 kata)
- وَإِلَىٰwa-ilaadan kepada
- ثَمُودَtsamuudaTsamud
- أَخَاهُمْakhaahumsaudara mereka
- صَالِحًاshaalihankebajikan
- قَالَqaalaberkata
- يَاyaawahai
- قَوْمِqawmikaumku
- اعْبُدُوا'buduumengabdilah kalian
- اللَّهَllaahaAllah
- مَاmaatidak ada
- لَكُمْlakumbagi kalian
- مِنْmindari
- إِلَٰهٍilaahintuhan
- غَيْرُهُghayruhuselain Dia
- هُوَhuwaDialah
- أَنْشَأَكُمْansya'akummenumbuhkan kalian
- مِنَminadari
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- وَاسْتَعْمَرَكُمْwa-sta'marakumdan menjadikan kalian pemakmurnya
- فِيهَاfiihaapadanya
- فَاسْتَغْفِرُوهُfa-staghfiruuhumaka mohonlah ampun kepada-Nya
- ثُمَّtsummakemudian
- تُوبُواtuubuubertobatlah kalian
- إِلَيْهِilayhikepada-Nya
- إِنَّinnasesungguhnya
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- قَرِيبٌqariibunyang dekat
- مُجِيبٌmujiibunMaha Memperkenankan
Inti bacaan
Peran manusia digambarkan sebagai 'peramai' bumi (ista'marakum), sebuah tanggung jawab kepengurusan yang melekat sejak asal-usul penciptaan, disertai kedekatan yang dijanjikan: 'Tuhanku sangat dekat lagi Maha Memperkenankan'. Konkretnya: memandang keberadaan di dunia sebagai peran aktif memakmurkan/merawat (bukan sekadar menghuni pasif) memberi kerangka tanggung jawab yang lebih jelas, kesadaran akan peran 'peramai' ini bisa menjadi pengingat untuk berkontribusi aktif pada tempat dan komunitas yang dihuni, bukan sekadar menempatinya.
Tafsiran
Pesan Saleh membuka dengan formula identik Nuh dan Hud (penyembahan tunggal), namun menambahkan argumen spesifik: penciptaan dari bumi dan mandat memakmurkannya, menghubungkan kewajiban ibadah dengan tanggung jawab pengelolaan bumi.
Renungan dan Hikmah
- Allah disebut menjadikan mereka peramai bumi, sesudah menciptakan mereka darinya. Dua hubungan sekaligus: asal dan tugas. Yang berasal dari sesuatu diberi tanggung jawab atas sesuatu itu, dan susunan itu menutup jalan memperlakukannya sembarangan.
- Dua langkah disebut berurutan: memohon ampunan, kemudian bertobat. Bukan satu. Yang pertama tentang yang sudah lewat, yang kedua tentang arah sesudahnya, dan keduanya disebutkan supaya tak ada yang berhenti di tengah.
- Allah disebut dekat lagi mengabulkan, dua sebutan sekaligus. Yang satu tentang jarak, yang satu tentang jawaban. Dekat tanpa menjawab masih menyisakan sepi, dan kedua sebutan itu diletakkan bersama supaya tak ada yang tersisa untuk dikhawatirkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “bagimu” diterjemahkan “bagi kalian”; “menciptakanmu” diterjemahkan “menciptakan kalian”; “menjadikanmu” diterjemahkan “menjadikan kalian”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'istaghfara' tanpa kata sandang al-. istaghfara diterjemahkan 'memohon ampun'. ⟶ akar ini BUKAN dua homonim. 'amira = 'He lived, or continued in life, long'; 'amara bi-makaanin = 'He remained, continued, stayed, resided in a place'; 'aamir (hlm 2156) memikul KEDUA cabang dalam satu kata, 'Living long' DAN 'Remaining, continuing, staying in a place'. Ditambah 'umraan dinyatakan contr. of kharaab ('reruntuhan/tanah terbengkalai', Lane hlm 716). diterjemahkan **Inti akar = BERTAHAN-BERLANGSUNG / TERUS TERPELIHARA, lawan BINASA & TERBENGKALAI.** Usia = lamanya orang bertahan; 'imaarah = tempat yang terus dihuni & terpelihara. (Sejajar akar h-j-j: qasada memersatukan ziarah & argumen, HJJ) ⟶ Cabang B diseragamkan ke keluarga 'RAMAI' (putusan opsi-2): sebelumnya terjemahan lain memakai dua kata untuk satu akar, 'memakmurkan' (9:17, 9:18, 30:9, 11:61) vs 'mengurus' (9:19, kehilangan seluruh muatan akar). 'Makmur' (KBBI) berkonotasi kesejahteraan ekonomi, sedangkan inti akar = keterhunian & keterpeliharaan; 'meramaikan' lebih dekat & konsisten. 9:17/9:18 'inhabit', 9:19 'the inhabiting', 30:9 'inhabited', 52:4 'the house inhabited', 11:61 'settled you therein'.