قَالُوا يَا صَالِحُ قَدْ كُنْتَ فِينَا مَرْجُوًّا قَبْلَ هَٰذَا ۖ أَتَنْهَانَا أَنْ نَعْبُدَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ
Mereka berkata, “Wahai Saleh, sebelum ini engkau benar-benar orang yang diharapkan di tengah kami. Apakah engkau melarang kami menyembah apa yang disembah bapak-bapak kami? Dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa yang engkau serukan kepada kami.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالُوا يَا صَالِحُ قَدْ كُنْتَ فِينَا مَرْجُوًّا قَبْلَ هَٰذَاqaaluu yaa shaalihu qad kunta fiinaa marjuwwan qabla haadzaamereka berkata, wahai Saleh, sebelum ini engkau benar-benar orang yang diharapkan di tengah kami
- أَتَنْهَانَا أَنْ نَعْبُدَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ مُرِيبٍa-tanhaanaa an na'buda maa ya'budu aabaa'unaa wa-innanaa la-fii syakkin mimmaa tad'uunaa ilayhi muriibinapakah engkau melarang kami menyembah apa yang disembah bapak-bapak kami, dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa yang engkau serukan kepada kami
Terjemahan per kata (22 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- يَاyaawahai
- صَالِحُshaalihuSaleh
- قَدْqadsungguh
- كُنْتَkuntaengkau adalah
- فِينَاfiinaapada kami
- مَرْجُوًّاmarjuwwanyang diharapkan
- قَبْلَqablasebelum
- هَٰذَاhaadzaaini
- أَتَنْهَانَاa-tanhaanaaapakah engkau melarang kami
- أَنْanuntuk
- نَعْبُدَna'budakami menyembah
- مَاmaaapa yang
- يَعْبُدُya'budumenyembah
- آبَاؤُنَاaabaa'unaabapak-bapak kami
- وَإِنَّنَاwa-innanaadan sesungguhnya kami
- لَفِيla-fiibenar-benar dalam
- شَكٍّsyakkinkeraguan
- مِمَّاmimmaatentang apa yang
- تَدْعُونَاtad'uunaaengkau menyeru kami
- إِلَيْهِilayhikepadanya
- مُرِيبٍmuriibinyang meragukan
Inti bacaan
Detail yang mengharukan: Saleh sebelumnya adalah 'orang yang diharapkan di tengah kami', reputasi baik yang dibangun lama tidak menjamin pesan yang menantang akan diterima begitu saja. Konkretnya: kredibilitas yang dibangun bertahun-tahun tidak otomatis menjamin penerimaan saat menyampaikan sesuatu yang menantang asumsi mendasar orang lain, kesiapan menghadapi kemungkinan penolakan meski reputasi sudah baik adalah realisme yang perlu dimiliki siapa pun yang berani menyuarakan kebenaran yang tidak nyaman.
Penjelasan pilihan kata
'Saleh' nama diri eksplisit (vokatif) bukan tambahan. 'ini' (haadzaa, tanpa -ka) demonstratif dekat konsisten.
Tafsiran
Pengakuan 'engkau benar-benar orang yang diharapkan' menyingkap kekecewaan yang lebih personal dibanding tuduhan kaum Nuh atau 'Ad, bukan sekadar penolakan orang asing, melainkan kekecewaan terhadap sosok yang sebelumnya dihormati.
Renungan dan Hikmah
- Yang menolak justru mereka yang sebelumnya menaruh harapan padanya. Penolakan itu tidak datang dari orang asing. Kekecewaan selalu lebih tajam daripada permusuhan, sebab ia lahir dari sesuatu yang pernah baik.
- Keberatan mereka bukan atas ajakan menyembah Allah, melainkan atas larangan menyembah yang lama. Yang terasa berat kehilangannya, bukan kedatangannya. Orang lebih sanggup menerima tambahan daripada pengurangan, bahkan ketika yang dikurangi tak berguna baginya.
- Allah merekam pengakuan mereka apa adanya: mereka dalam keraguan yang menggelisahkan. Mereka mengakui belum tenang. Penolakan yang jujur menyebutkan kegelisahannya sendiri masih meninggalkan pintu, tidak seperti penolakan yang mengaku sudah pasti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, s-l-h, k-w-n, r-j-w, q-b-l, n-h-y, '-b-d, a-b-w, sh-k-k, d-'-w, r-y-b): marjuww diterjemahkan 'yang diharapkan' (akar r-j-w); tanhaa diterjemahkan 'melarang' (akar n-h-y); na'buda/ya'budu diterjemahkan 'menyembah' (akar '-b-d); tad'uunaa diterjemahkan 'engkau serukan kepada kami' (akar d-'-w); muriib diterjemahkan 'yang menggelisahkan (meragukan)' (akar r-y-b). gloss '(kaum Samud)/(agama)' dibuang.