وَأَخَذَ الَّذِينَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Dan suara yang menggelegar menimpa orang-orang yang zalim, sehingga mereka bergelimpangan di rumah-rumah mereka,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَأَخَذَ الَّذِينَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِينَwa-akhadza lladziina zhalamuu sh-shayhatu fa-ashbahuu fii diyaarihim jaatsimiinadan suara yang menggelegar menimpa orang-orang yang zalim, sehingga mereka bergelimpangan di rumah-rumah mereka

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَأَخَذَwa-akhadzadan mengambil
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
  4. الصَّيْحَةُsh-shayhatusuara keras
  5. فَأَصْبَحُواfa-ashbahuumaka jadilah mereka
  6. فِيfiidi
  7. دِيَارِهِمْdiyaarihimrumah-rumah mereka
  8. جَاثِمِينَjaatsimiinamati bergelimpangan

Inti bacaan

Konsekuensi tegas (suara menggelegar) menimpa tepat di 'rumah-rumah mereka', tempat yang seharusnya paling aman menjadi lokasi konsekuensi, menegaskan bahwa tidak ada tempat berlindung dari akuntabilitas yang sudah ditetapkan.

Penjelasan pilihan kata

Anak kalimat menyambung ke 11:68 ('ka-an lam yaghnaw fiihaa'), koma penutup dipertahankan menandai kesinambungan.

Tafsiran

Azab berupa 'suara yang menggelegar' (s-sayhatu) berbeda dari banjir Nuh atau angin 'Ad: setiap kaum menerima bentuk azab yang berbeda, menunjukkan bahwa hukuman disesuaikan bukan formula tunggal berulang.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai suara yang menggelegar untuk kaum ini. Bukan banjir atau angin. Tiap kaum diberi bentuk yang lain.
  • Tempatnya disebut rumah-rumah mereka sendiri. Tempat paling aman. Yang dibangun untuk berlindung jadi tempat mereka ditemukan.
  • Allah membiarkan kalimatnya menyambung ke ayat berikutnya. Belum selesai. Gambarannya dilanjutkan, bukan ditutup di sini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-kh-dz, zh-l-m, s-y-h, s-b-h, d-w-r, j-ts-m): sayhah diterjemahkan 'suara yang menggelegar (pekik)' (akar s-y-h); jaathimiin diterjemahkan 'bergelimpangan (tersungkur mati)' (akar j-ts-m, spt 7:78). gloss '(mati)' dibuang.