كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا ۗ أَلَا إِنَّ ثَمُودَ كَفَرُوا رَبَّهُمْ ۗ أَلَا بُعْدًا لِثَمُودَ

Seakan-akan mereka belum pernah tinggal di sana. Ketahuilah, sesungguhnya Samud kufur kepada Tuhan mereka. Ketahuilah, kebinasaan bagi Samud.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَاka-an lam yaghnaw fiihaaseakan-akan mereka belum pernah tinggal di sana
  2. أَلَا إِنَّ ثَمُودَ كَفَرُوا رَبَّهُمْalaa inna tsamuuda kafaruu rabbahumketahuilah, sesungguhnya Samud kufur kepada Tuhan mereka
  3. أَلَا بُعْدًا لِثَمُودَalaa bu'dan li-tsamuudaketahuilah, kebinasaan bagi Samud

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. كَأَنْka-anseakan-akan
  2. لَمْlamtidak
  3. يَغْنَوْاyaghnawmereka berdiam
  4. فِيهَاfiihaadi sana
  5. أَلَاalaaketahuilah
  6. إِنَّinnasesungguhnya
  7. ثَمُودَtsamuudaTsamud
  8. كَفَرُواkafaruukufur
  9. رَبَّهُمْrabbahumTuhan mereka
  10. أَلَاalaaketahuilah
  11. بُعْدًاbu'dankebinasaan
  12. لِثَمُودَli-tsamuudakepada Tsamud

Inti bacaan

Penghapusan total jejak keberadaan ('seakan-akan mereka belum pernah tinggal di sana'), pengulangan tema tentang bagaimana kemakmuran yang dibangun tanpa fondasi integritas tidak meninggalkan warisan yang bertahan.

Tafsiran

Formula penutup ini identik strukturnya dengan penutup kisah 'Ad (11:60): laknat dan kebinasaan sebagai kesimpulan berulang, menegaskan pola yang sama berlaku lintas kaum yang menolak rasul mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Penutup 'ketahuilah...kufur...ketahuilah, kebinasaan bagi X' berulang persis antara kisah 'Ad (11:60) dan Samud (11:68), formula sastra yang menegaskan kesetaraan nasib kedua kaum.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Ayat verba/nomina gny non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (laa yughnii 'tidak berguna/bermanfaat' dkk., konsisten; sub-putusan verba terdokumentasi di belum diputuskan); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi gny: ghaniyy diterjemahkan 'berkecukupan' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berkecukupan'); ghaniyy an diterjemahkan 'tidak memerlukan' (cabang preposisional); verba/istaghnaa/mughnuun pemakaian diteruskan (terjemahan lain konsisten; sub-putusan di belum diputuskan). Antonim internal: faqiir (35:15, 47:38, 3:181), fqr belum dibedah, 'fakir/miskin' interim. 'cukup' polos = wilayah k-f-y ('Cukuplah Allah' 27 ayat), beda bentuk dgn 'berkecukupan', didokumentasi. al-Ghaniyy (glos ilahi) = 'The Self-sufficient; aghnaa an = idiom 'mencukupi/menghindarkan dari' (laa yughnii = 'tidak berguna/menolong').