وَلَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَىٰ قَالُوا سَلَامًا ۖ قَالَ سَلَامٌ ۖ فَمَا لَبِثَ أَنْ جَاءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍ

Dan sungguh utusan-utusan Kami telah datang kepada Ibrahim dengan kabar gembira; mereka mengucapkan, “Salam.” Ia menjawab, “Salam.” Maka tidak lama kemudian ia datang dengan anak sapi yang dipanggang.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَلَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَىٰ قَالُوا سَلَامًاwa-la-qad jaa'at rusulunaa ibraahiima bi-l-bushraa qaaluu salaamandan sungguh utusan-utusan Kami telah datang kepada Ibrahim dengan kabar gembira, mereka mengucapkan, salam
  2. قَالَ سَلَامٌqaala salaamunia menjawab, salam
  3. فَمَا لَبِثَ أَنْ جَاءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍfa-maa labitsa an jaa'a bi-ijlin haniidzinmaka tidak lama kemudian ia datang dengan anak sapi yang dipanggang
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar j-y-a, r-s-l, b-sh-r, q-w-l, s-l-m, l-b-ts, '-j-l, h-n-dz): rusulunaa diterjemahkan 'utusan-utusan Kami'; bushraa diterjemahkan 'kabar gembira' (akar b-sh-r); salaam diterjemahkan 'salam'; ijl haniidh diterjemahkan 'anak sapi yang dipanggang'. gloss '(malaikat)/(suguhan)' dibuang.

Aplikasi

Ibrahim menyambut tamu tak dikenal dengan segera menyiapkan hidangan (anak sapi panggang), kemurahan hati dan keramahan spontan terhadap tamu, dilakukan tanpa banyak pertanyaan atau keraguan terlebih dahulu. Konkretnya: keramahan yang tulus dan segera terhadap tamu atau orang asing (tanpa menunggu mengenal mereka lebih dulu) adalah kebajikan yang dicontohkan secara alami di sini, kemurahan hati proaktif ini adalah kualitas karakter yang layak diteladani dalam interaksi sehari-hari.