فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ الرَّوْعُ وَجَاءَتْهُ الْبُشْرَىٰ يُجَادِلُنَا فِي قَوْمِ لُوطٍ

Maka ketika rasa takut telah hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya, ia berbantah dengan Kami tentang kaum Lut.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ الرَّوْعُ وَجَاءَتْهُ الْبُشْرَىٰ يُجَادِلُنَا فِي قَوْمِ لُوطٍfa-lammaa dzahaba 'an ibraahiima r-raw'u wa-jaa'atsu l-busyraa yujaadilunaa fii qawmi luuthinmaka ketika rasa takut telah hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya, ia berbantah dengan Kami tentang kaum Lut

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  2. ذَهَبَdzahabapergi
  3. عَنْ'andari
  4. إِبْرَاهِيمَibraahiimaIbrahim
  5. الرَّوْعُr-raw'uketakutan
  6. وَجَاءَتْهُwa-jaa'atsudan datang kepadanya
  7. الْبُشْرَىٰl-busyraakabar gembira
  8. يُجَادِلُنَاyujaadilunaamembantah Kami
  9. فِيfiitentang
  10. قَوْمِqawmikaumku
  11. لُوطٍluuthinLut

Inti bacaan

Ibrahim terus 'berbantah' memohonkan keringanan bagi kaum Lut meski rasa takutnya sudah reda, kegigihan advokasi/kepedulian bahkan untuk komunitas yang sudah sangat bermasalah. Konkretnya: kepedulian yang tulus kadang mendorong seseorang terus memohon/mengadvokasi bahkan untuk pihak yang tampaknya sudah sangat sulit ditolong, kegigihan ini adalah cerminan karakter penyayang, bukan naif, meski pada akhirnya tetap perlu menerima batas yang ditetapkan.

Penjelasan pilihan kata

'Ibrahim'/'Lut' nama diri eksplisit bukan tambahan.

Tafsiran

Peralihan langsung dari ketakutan-lega menuju perdebatan menyingkap kepedulian Ibrahim yang melampaui urusan pribadinya sendiri: begitu ancaman terhadap dirinya reda, perhatiannya segera beralih kepada nasib kaum lain.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut rasa takut hilang dan kabar gembira datang, baru Ibrahim berbantah. Urutannya disebutkan. Kepedulian pada nasib orang lain muncul setelah dirinya sendiri tenang.
  • Allah menyebut ia berbantah dengan-Nya. Kata itu dipakai apa adanya. Perbantahan yang lahir dari iba tidak disembunyikan, dan tidak pula ditegur di ayat ini.
  • Yang ia perbantahkan nasib kaum Lut, bukan kepentingannya sendiri. Kabar gembira baru saja ia terima. Yang pertama terpikir sesudah menerima kabar baik adalah orang lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar dz-h-b, r-w-', j-y-a, b-sh-r, j-d-l, q-w-m): raw' diterjemahkan 'rasa takut (kekagetan)'; bushraa diterjemahkan 'kabar gembira' (akar b-sh-r); yujaadilunaa diterjemahkan 'berbantah dengan Kami' (akar j-d-l, Ibrahim memohonkan kaum Lut). gloss '(malaikat)' dibuang.