يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَا ۖ إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَإِنَّهُمْ آتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ

Wahai Ibrahim, berpalinglah dari ini. Sesungguhnya ketetapan Tuhanmu benar-benar telah datang, dan sesungguhnya mereka akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَاyaa ibraahiimu a'rid an haadzaawahai Ibrahim, berpalinglah dari ini
  2. إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَinnahu qad jaa'a amru rabbikasesungguhnya ketetapan Tuhanmu benar-benar telah datang
  3. وَإِنَّهُمْ آتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍwa-innahum aatiihim adzaabun ghayru marduudindan sesungguhnya mereka akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar '-r-d, j-y-a, a-m-r, r-b-b, a-t-y, '-dz-b, gh-y-r, r-d-d): a'rid diterjemahkan 'berpaling' (akar '-r-d); amr rabbik diterjemahkan 'ketetapan Tuhanmu' (akar '-m-r); ghayru marduud diterjemahkan 'tidak dapat ditolak' (akar r-d-d). gloss '(Malaikat berkata,)/(mujadalah)' dibuang.

Aplikasi

Batas yang lembut namun tegas: 'berpalinglah dari ini; sesungguhnya ketetapan Tuhanmu benar-benar telah datang', bahkan kepedulian setulus Ibrahim perlu mengenali titik di mana keputusan sudah final. Konkretnya: kepedulian dan advokasi yang tulus (bahkan yang paling gigih sekalipun) perlu mengenali titik di mana keputusan sudah final dan terus mendesak menjadi tidak produktif, mengenali batas ini adalah kematangan, bukan pengkhianatan terhadap kepedulian itu sendiri.