وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ ۚ قَالَ يَا قَوْمِ هَٰؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي ۖ أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ

Dan kaumnya bergegas datang kepadanya, dan sejak dahulu mereka melakukan keburukan-keburukan. Ia berkata, “Wahai kaumku, inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagi kalian. Maka bertakwalah kepada Allah, dan janganlah kalian menghinakan aku di hadapan tamuku. Tidak adakah di antara kalian seorang yang berakal sehat?”

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِwa-jaa'ahu qawmuhu yuhra'uuna ilayhi wa-min qablu kaanuu ya'maluuna s-sayyi'aatidan kaumnya bergegas datang kepadanya, dan sejak dahulu mereka melakukan keburukan-keburukan
  2. قَالَ يَا قَوْمِ هَٰؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْqaala yaa qawmi haa'ulaa'i banaatii hunna atharu lakumia berkata, wahai kaumku, inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagi kalian
  3. فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِيfa-ttaquu llaaha wa-laa tukhzuuni fii dayfiimaka bertakwalah kepada Allah, dan janganlah kalian menghinakan aku di hadapan tamuku
  4. أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌa-laysa minkum rajulun rashiiduntidak adakah di antara kalian seorang yang berakal sehat
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar j-y-a, q-w-m, h-r-', q-b-l, k-w-n, '-m-l, s-w-a, q-w-l, b-n-y, t-h-r, w-q-y, a-l-h, kh-z-y, d-y-f, l-y-s, r-j-l, r-sh-d): yuhra'uun diterjemahkan 'bergegas' (akar h-r-'); athar diterjemahkan 'lebih suci' (akar t-h-r THR); laa tukhzuuni diterjemahkan 'jangan menghinakan aku' (akar kh-z-y); dayf diterjemahkan 'tamu'; rashiid diterjemahkan 'berakal sehat (lurus)' (akar r-sh-d). gloss '(negeri)/(untuk dinikahi)/(nama)' dibuang.

Aplikasi

Permohonan putus asa Lut: 'tidak adakah di antara kalian seorang yang berakal sehat?', pertanyaan yang menyingkap harapan tipis bahwa masih ada akal sehat tersisa di tengah pola perilaku buruk yang sudah lama mengakar. Konkretnya: menghadapi kelompok dengan pola perilaku buruk yang sudah lama mengakar, tetap ada kegunaan mencari apakah masih ada individu dengan akal sehat di dalamnya, jangan menggeneralisasi seluruh kelompok sebagai sepenuhnya tanpa harapan tanpa benar-benar mencari pengecualian yang mungkin ada.