وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ وَلَا تَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ ۚ إِنِّي أَرَاكُمْ بِخَيْرٍ وَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُحِيطٍ
Dan kepada Madyan, saudara mereka, Syuaib. Ia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia. Dan janganlah kalian mengurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kalian dalam keadaan baik, dan sesungguhnya aku khawatir atas kalian azab hari yang meliputi.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًاwa-ilaa madyana akhaahum shu'aybandan kepada Madyan, saudara mereka, Syuaib
- قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُqaala yaa qawmi buduu llaaha maa lakum min ilaahin ghayruhuia berkata, wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia
- وَلَا تَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَwa-laa tanqusuu l-mikyaala wa-l-miizaanadan janganlah kalian mengurangi takaran dan timbangan
- إِنِّي أَرَاكُمْ بِخَيْرٍ وَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُحِيطٍinnii araakum bi-khayrin wa-innii akhaafu alaykum adzaaba yawmin muhiitinsesungguhnya aku melihat kalian dalam keadaan baik, dan sesungguhnya aku khawatir atas kalian azab hari yang meliputi
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar a-kh-w, q-w-l, q-w-m, '-b-d, a-l-h, gh-y-r, n-q-s, k-y-l, w-z-n, r-a-y, kh-y-r, kh-w-f, '-dz-b, y-w-m, h-w-t): u'buduu diterjemahkan 'sembahlah' (akar '-b-d); ilaah diterjemahkan 'tuhan' (dijaga harfiah); laa tanqusuu l-mikyaal wa l-miizaan diterjemahkan 'jangan kurangi takaran dan timbangan' (akar n-q-s + akar k-y-l + akar w-z-n putaran 125); muhiit diterjemahkan 'meliputi' (akar h-w-t). gloss '(penduduk)/(makmur)/(dan membinasakanmu…)' dibuang.
Aplikasi
Syuaib mencatat secara spesifik: 'aku melihat kalian dalam keadaan baik', peringatan disampaikan justru saat kondisi masih baik, bukan menunggu sampai krisis, menyoroti bahwa kecurangan ekonomi bisa merusak bahkan kemakmuran yang sedang dinikmati. Konkretnya: menyampaikan peringatan tentang perilaku bermasalah justru lebih efektif dilakukan saat keadaan masih baik (bukan menunggu sampai krisis terjadi), mengatasi akar masalah sebelum berdampak lebih luas adalah pencegahan yang lebih bijak daripada penanganan setelah kerusakan terjadi.