وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ وَلَا تَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ ۚ إِنِّي أَرَاكُمْ بِخَيْرٍ وَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُحِيطٍ
Dan kepada Madyan, saudara mereka, Syuaib. Ia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia. Dan janganlah kalian mengurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kalian dalam keadaan baik, dan sesungguhnya aku khawatir atas kalian azab hari yang meliputi.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًاwa-ilaa madyana akhaahum syu'aybandan kepada Madyan, saudara mereka, Syuaib
- قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُqaala yaa qawmi 'buduu llaaha maa lakum min ilaahin ghayruhuia berkata, wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia
- وَلَا تَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَwa-laa tanqushuu l-mikyaala wa-l-miizaanadan janganlah kalian mengurangi takaran dan timbangan
- إِنِّي أَرَاكُمْ بِخَيْرٍ وَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُحِيطٍinnii araakum bi-khayrin wa-innii akhaafu 'alaykum 'adzaaba yawmin muhiithinsesungguhnya aku melihat kalian dalam keadaan baik, dan sesungguhnya aku khawatir atas kalian azab hari yang meliputi
Terjemahan per kata (27 kata)
- وَإِلَىٰwa-ilaadan kepada
- مَدْيَنَmadyanaMadyan
- أَخَاهُمْakhaahumsaudara mereka
- شُعَيْبًاsyu'aybanSyuaib
- قَالَqaalaberkata
- يَاyaawahai
- قَوْمِqawmikaumku
- اعْبُدُوا'buduumengabdilah kalian
- اللَّهَllaahaAllah
- مَاmaatidak ada
- لَكُمْlakumbagi kalian
- مِنْmindari
- إِلَٰهٍilaahintuhan
- غَيْرُهُghayruhuselain Dia
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَنْقُصُواtanqushuukalian mengurangi
- الْمِكْيَالَl-mikyaalatakaran
- وَالْمِيزَانَwa-l-miizaanadan timbangan
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- أَرَاكُمْaraakumaku melihat kalian
- بِخَيْرٍbi-khayrindengan yang lebih baik
- وَإِنِّيwa-inniidan sesungguhnya aku
- أَخَافُakhaafuaku takut
- عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
- عَذَابَ'adzaabaazab
- يَوْمٍyawminhari
- مُحِيطٍmuhiithinyang meliputi
Inti bacaan
Syuaib mencatat secara spesifik: 'aku melihat kalian dalam keadaan baik', peringatan disampaikan justru saat kondisi masih baik, bukan menunggu sampai krisis, menyoroti bahwa kecurangan ekonomi bisa merusak bahkan kemakmuran yang sedang dinikmati. Konkretnya: menyampaikan peringatan tentang perilaku bermasalah justru lebih efektif dilakukan saat keadaan masih baik (bukan menunggu sampai krisis terjadi), mengatasi akar masalah sebelum berdampak lebih luas adalah pencegahan yang lebih bijak daripada penanganan setelah kerusakan terjadi.
Tafsiran
Peringatan Syuaib berfokus pada keadilan ekonomi (takaran, timbangan) sebagai bentuk konkret penyembahan yang benar: menegaskan bahwa kesalehan tak terpisah dari kejujuran transaksi sehari-hari.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Syuaib menyandingkan sembahlah Allah dengan jangan mengurangi takaran. Ibadah dan timbangan pasar. Keduanya diucapkan sebagai satu seruan, bukan dua bidang.
- Ia menyebut mereka sedang dalam keadaan baik. Bukan sedang susah. Peringatan itu datang justru ketika kecurangan sedang menguntungkan.
- Allah menyebut Syuaib sebagai saudara mereka. Bukan orang asing. Yang menegur berdiri di dalam, dan itu bagian dari mengapa tegurannya berhak didengar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-kh-w, q-w-l, q-w-m, '-b-d, a-l-h, gh-y-r, n-q-s, k-y-l, w-z-n, r-a-y, kh-y-r, kh-w-f, '-dz-b, y-w-m, h-w-t): u'buduu diterjemahkan 'sembahlah' (akar '-b-d); ilaah diterjemahkan 'tuhan' (dijaga harfiah); laa tanqusuu l-mikyaal wa l-miizaan diterjemahkan 'jangan kurangi takaran dan timbangan' (akar n-q-s + akar k-y-l + akar w-z-n putaran 125); muhiit diterjemahkan 'meliputi' (akar h-w-t). gloss '(penduduk)/(makmur)/(dan membinasakanmu…)' dibuang.