بَقِيَّتُ اللَّهِ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ۚ وَمَا أَنَا عَلَيْكُمْ بِحَفِيظٍ

Apa yang tersisa dari Allah lebih baik bagi kalian, jika kalian orang-orang beriman. Dan aku bukanlah pengawas atas kalian.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. بَقِيَّتُ اللَّهِ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَbaqiyyatu llaahi khayrun lakum in kuntum mu'miniinaapa yang tersisa dari Allah lebih baik bagi kalian, jika kalian orang-orang beriman
  2. وَمَا أَنَا عَلَيْكُمْ بِحَفِيظٍwa-maa anaa 'alaykum bi-hafiizhindan aku bukanlah pengawas atas kalian

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. بَقِيَّتُbaqiyyatusisa
  2. اللَّهِllaahiAllah
  3. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  4. لَكُمْlakumbagi kalian
  5. إِنْinjika
  6. كُنْتُمْkuntumkalian adalah
  7. مُؤْمِنِينَmu'miniinaorang-orang beriman
  8. وَمَاwa-maadan tidaklah
  9. أَنَاanaaaku
  10. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  11. بِحَفِيظٍbi-hafiizhinpenjaga

Inti bacaan

Prinsip ekonomi yang jelas: 'apa yang tersisa dari Allah (keuntungan yang halal) lebih baik bagi kalian', keuntungan yang lebih kecil tapi diperoleh dengan jujur diunggulkan atas keuntungan besar dari kecurangan. Konkretnya: memilih keuntungan yang lebih kecil tapi diperoleh dengan cara jujur di atas keuntungan besar dari kecurangan adalah prinsip yang perlu ditegaskan kembali dalam pengambilan keputusan bisnis, kalkulasi keuntungan jangka pendek sering mengabaikan bahwa keuntungan yang jujur, meski lebih kecil, sebenarnya 'lebih baik' dalam pengertian yang lebih menyeluruh.

Penjelasan pilihan kata

'pengawas' (hafiizhin, akar Hfzh) huruf kecil tanpa awalan eskalatif terlarang (bandingkan 11:57/4:85). Menutup kutip pidato Syuaib yang dibuka di 11:84: pidato utuh 11:84-86, tidak ada 'qaala' baru di antaranya (lih. koreksi rangkaian 637).

Tafsiran

Frasa 'apa yang tersisa dari Allah' menegaskan bahwa keuntungan yang halal (walau lebih sedikit) tetap lebih baik daripada keuntungan curang: penutup logis dari peringatan takaran-timbangan sebelumnya.

Renungan dan Hikmah

  • Keuntungan yang halal disebut 'apa yang tersisa dari Allah'. Sebuah cara menyebut yang tidak biasa: bagian yang tinggal sesudah tak ada yang diambil dengan curang. Menyebutnya sisa terdengar kecil, dan justru itu maksudnya, sebab yang disebut lebih baik memang yang jumlahnya lebih sedikit.
  • Syuaib menutup dengan melepaskan sesuatu: 'aku bukanlah pengawas atas kalian'. Ia sudah menyampaikan, dan berhenti di sana. Orang yang menyampaikan kebenaran mudah tergelincir menjadi pengawas, dan pergeseran itu biasanya terjadi tanpa ada yang memberitahunya.
  • Kalimatnya diberi syarat: 'jika kalian orang-orang beriman'. Alasan yang ia ajukan cuma bekerja pada orang yang memang memercayai adanya perhitungan. Kepada yang tidak, argumen tentang yang lebih baik di sisi Allah memang tidak punya pijakan, dan Syuaib tidak berpura-pura sebaliknya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar b-q-y, a-l-h, kh-y-r, k-w-n, a-m-n, h-f-zh): baqiyyat allaah diterjemahkan 'apa yang tersisa dari Allah (keuntungan halal)' (akar b-q-y); wa maa anaa alaykum bi-hafiizh diterjemahkan 'aku bukan pengawas atas kalian', akar h-f-zh (putaran 60): hafiizh DISANGKAL dari SYUAIB, memperluas pola peran-disangkal ke nabi LAIN (sama disclaimer Nabi 4:80/6:107, seorang nabi tak pernah hafiizh atas kaumnya). gloss '(dari keuntungan yang halal)/(yang dianugerahkan)' dibuang.