قَالُوا يَا شُعَيْبُ أَصَلَاتُكَ تَأْمُرُكَ أَنْ نَتْرُكَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا أَوْ أَنْ نَفْعَلَ فِي أَمْوَالِنَا مَا نَشَاءُ ۖ إِنَّكَ لَأَنْتَ الْحَلِيمُ الرَّشِيدُ

Mereka berkata, “Wahai Syuaib, apakah salatmu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami, atau agar kami mengelola harta kami menurut yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar yang penyantun lagi cerdas!”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. قَالُوا يَا شُعَيْبُ أَصَلَاتُكَ تَأْمُرُكَ أَنْ نَتْرُكَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا أَوْ أَنْ نَفْعَلَ فِي أَمْوَالِنَا مَا نَشَاءُqaaluu yaa shu'aybu a-salaatuka ta'muruka an natruka maa ya'budu aabaa'unaa aw an naf'ala fii amwaalinaa maa nashaa'umereka berkata, wahai Syuaib, apakah salatmu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami, atau agar kami mengelola harta kami menurut yang kami kehendaki
  2. إِنَّكَ لَأَنْتَ الْحَلِيمُ الرَّشِيدُinnaka la-anta l-haliimu r-rashiidusesungguhnya engkau benar-benar yang penyantun lagi cerdas
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain: 'Maha Penyantun' (atau varian, LIMA rendering utk satu lema: Maha Penyantun/penyantun/sangat penyantun/sangat lembut/sangat santun). Dua cacat: (a) 'Maha'+kapital tanpa dasar, corpus INDEFINIT; (b) 'penyantun' salah kata: KBBI VI, nomina 'penyantun' = 'orang sopan/suka menaruh belas kasihan/suka menolong/dewan pelindung', makna 'sabar dan tenang' (yang ada di adjektiva santun¹) HILANG pada turunannya, jebakan derivasi persis 'welas asih'; indra belas-kasihan/ menolong juga menabrak wilayah ra'uuf ('iba'). terjemahan ini: 'penahan murka'. haliim dipakai utk MANUSIA 4× (Ibrahim 9:114 & 11:75; anak/ Ismail 37:101 'ghulaamin haliim'; Syu'aib 11:87) diterjemahkan SIFAT, bukan nama (pola rahiim/ ra'uuf). sebagian penerjemah 'clement' 15/15. hilm ≠ sabr (menahan-balasan vs menanggung-derita) ≠ ra'fah (perasaan iba) ≠ santun (adab). Rumus: ghafuurun haliim 6×; aliimun haliim 3×. Lih.. sebagian penerjemah: 'They said: “O Shu'ayb: does thy duty1 command thee that we leave what our fathers served, or that we do not with our wealth what we will? Thou art the clement, the right-minded!”2' Corpus: haliim INDEFINIT di ayat ini (14/15 kemunculan indefinit, termasuk SEMUA yang tentang Allah). Konteks pengunci: 2:225 (tak menghukum keseleo sumpah), 35:41 (MENAHAN langit-bumi agar tak lenyap). 11:87: al-haliimu r-rashiid TAKRIF, ejekan kaum Syu'aib; 'Sang Penahan Murka lagi Sang Cerdas' membunyikan sarkasme (rashiid/akar r-sh-d belum dibedah, 'cerdas' terjemahan lain dipertahankan; 'Sang' dari takrif). ⟶ AYAT-BUKTI (salaah MENYURUH soal EKONOMI). Corpus ayat ini: *salaatuka* = «Salaw`tu+ka, » (lema salaah yang sama) berdiri sebagai dari *ta'muruka* («ta>omuru+ka», ROOT:= 'menyuruh/memerintah'), jadi teks menggambarkan. Dan yang diperintahkannya ada dua: (1) meninggalkan sesembahan nenek moyang, (2) berhenti *an naf'ala fii maa nashaa'*, 'berbuat pada kami menurut kehendak kami' (*amwaal* ROOT:akar m-w-l). bila *salaah* hanya ritual berwaktu, ia tak dapat menjadi subjek yang menyuruh, apalagi menyuruh soal; ejekan kaum Syu'aib baru masuk akal bila *salaah* mereka pahami sebagai yang memang berkonsekuensi pada muamalah. ia menyisipkan gloss '(agamamu)' setelah 'salatmu', pengakuan bahwa 'salat-ritual' tak cukup di sini. terjemahan ini membuang gloss itu dan (: pembaca menimbang sendiri). Bandingkan ('salat mencegah keji & mungkar', juga konsekuensi perilaku) dan (celaka bagi *al-musalliin* yang menolak *al-maa'uun*/barang berguna, lagi-lagi ukurannya perilaku ekonomi).

Aplikasi

Keberatan sinis kaumnya: 'apakah salatmu yang menyuruhmu...melarang kami mengelola harta menurut cara yang kami kehendaki?', keengganan membiarkan kesadaran spiritual memengaruhi cara berbisnis, seolah keduanya harus terpisah. Konkretnya: anggapan bahwa keyakinan/nilai spiritual seharusnya tidak 'ikut campur' dalam cara seseorang berbisnis atau mengelola keuangan adalah kesalahpahaman yang perlu ditolak, integritas sejati justru menuntut konsistensi antara nilai yang dipegang dan cara mengelola sumber daya, bukan memisahkan keduanya menjadi ranah yang tidak berkaitan.