قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَرَزَقَنِي مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ ۚ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

Ia berkata, “Wahai kaumku, terangkanlah kepadaku, jika aku berada di atas bukti yang nyata dari Tuhanku, dan Dia merezekikan kepadaku rezeki yang baik dari-Nya? Dan aku tidak ingin menyalahi kalian pada apa yang aku larang kalian darinya. Aku hanya menghendaki perbaikan sesuai kesanggupanku. Dan tidak ada taufikku kecuali dengan Allah. Kepada-Nya aku bertawakal, dan kepada-Nya aku kembali.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَرَزَقَنِي مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًاqaala yaa qawmi ara'aytum in kuntu 'alaa bayyinatin min rabbii wa-razaqanii minhu rizqan hasanania berkata, wahai kaumku, terangkanlah kepadaku, jika aku berada di atas bukti yang nyata dari Tuhanku, dan Dia merezekikan kepadaku rezeki yang baik dari-Nya
  2. وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُwa-maa uriidu an ukhaalifakum ilaa maa anhaakum 'anhudan aku tidak ingin menyalahi kalian pada apa yang aku larang kalian darinya
  3. إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُin uriidu illaa l-ishlaaha maa istatha'tuaku hanya menghendaki perbaikan sesuai kesanggupanku
  4. وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِwa-maa tawfiiqii illaa bi-llaahidan tidak ada taufikku kecuali dengan Allah
  5. عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ'alayhi tawakkaltu wa-ilayhi uniibukepada-Nya aku bertawakal, dan kepada-Nya aku kembali

Terjemahan per kata (36 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. يَاyaawahai
  3. قَوْمِqawmikaumku
  4. أَرَأَيْتُمْa-ra'aytumapakah kalian melihat
  5. إِنْinjika
  6. كُنْتُkuntuaku adalah
  7. عَلَىٰ'alaaatas
  8. بَيِّنَةٍbayyinatinbukti nyata
  9. مِنْmindari
  10. رَبِّيrabbiiTuhanku
  11. وَرَزَقَنِيwa-razaqaniidan Dia memberiku rezeki
  12. مِنْهُminhudarinya
  13. رِزْقًاrizqanrezeki
  14. حَسَنًاhasananyang baik
  15. وَمَاwa-maadan tidaklah
  16. أُرِيدُuriiduaku menghendaki
  17. أَنْanuntuk
  18. أُخَالِفَكُمْukhaalifakumaku menyalahi kalian
  19. إِلَىٰilaakepada
  20. مَاmaaapa yang
  21. أَنْهَاكُمْanhaakumaku melarang kalian
  22. عَنْهُ'anhudarinya
  23. إِنْinjika
  24. أُرِيدُuriiduaku menghendaki
  25. إِلَّاillaakecuali
  26. الْإِصْلَاحَl-ishlaahaperbaikan
  27. مَاmaasekuat
  28. اسْتَطَعْتُistatha'tuaku mampu
  29. وَمَاwa-maadan tidaklah
  30. تَوْفِيقِيtawfiiqiipertolonganku
  31. إِلَّاillaakecuali
  32. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  33. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  34. تَوَكَّلْتُtawakkaltuaku bertawakal
  35. وَإِلَيْهِwa-ilayhidan kepada-Nya
  36. أُنِيبُuniibuaku kembali

Inti bacaan

Syuaib menegaskan konsistensi diri: 'aku tidak ingin menyalahi kalian pada apa yang aku larang kalian darinya', ia tidak meminta orang lain melakukan sesuatu yang tidak ia jalani sendiri. Konkretnya: menuntut orang lain menjalankan standar yang tidak dijalani sendiri adalah kemunafikan yang merusak kredibilitas, memastikan konsistensi antara apa yang dinasihatkan kepada orang lain dan apa yang benar-benar dipraktikkan sendiri adalah dasar kredibilitas moral yang tidak bisa ditawar.

Penjelasan pilihan kata

Buka kutip baru (jawaban Syuaib), menyambung ke 11:89-90.

Tafsiran

Penegasan 'aku tidak ingin menyalahi kalian pada apa yang aku larang' menjawab tuduhan 11:87 secara langsung: Syuaib menegaskan konsistensi antara larangan yang ia sampaikan dan perilakunya sendiri, bukan standar ganda.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam pembelaannya: ia tidak ingin menyalahi mereka pada apa yang ia larang. Jawaban atas tuduhan berupa keterangan tentang dirinya sendiri. Yang paling menjawab tuduhan standar ganda memang bukan bantahan, melainkan pemeriksaan yang dipersilakan.
  • Yang ia sebut sebagai maksudnya perbaikan sesuai kesanggupannya. Ada batas yang diakui. Orang yang menyebutkan sendiri batas kemampuannya tidak sedang menjanjikan sesuatu yang tak bisa ia tepati.
  • Kalimatnya ditutup dengan menyebut Allah tiga kali beruntun: taufiknya, tawakalnya, dan tempat kembalinya. Tiga sandaran dalam satu napas. Sesudah membela diri, yang ia sebut justru bukan dirinya lagi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, q-w-m, r-a-y, k-w-n, b-y-n, r-b-b, r-z-q, h-s-n, r-w-d, kh-l-f, n-h-y, s-l-h, t-w-', w-f-q, a-l-h, w-k-l, n-w-b): bayyinah diterjemahkan 'bukti yang nyata' (akar b-y-n); razaqanii diterjemahkan 'merezekikan kepadaku' (akar r-z-q); islaah diterjemahkan 'perbaikan' (akar s-l-h); istata'tu diterjemahkan 'kesanggupanku' (akar t-w-' putaran 58); tawakkaltu diterjemahkan 'aku bertawakal' (akar w-k-l putaran 61); uniib diterjemahkan 'aku kembali (bertobat)' (akar n-w-b). gloss '(Syuaib)/(pantaskah aku…)/(sebenarnya)/(pertolongan)' dibuang.