Ayat 11:89
وَيَا قَوْمِ لَا يَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِي أَنْ يُصِيبَكُمْ مِثْلُ مَا أَصَابَ قَوْمَ نُوحٍ أَوْ قَوْمَ هُودٍ أَوْ قَوْمَ صَالِحٍ ۚ وَمَا قَوْمُ لُوطٍ مِنْكُمْ بِبَعِيدٍ
Dan wahai kaumku, janganlah perselisihan denganku menyeret kalian sehingga menimpa kalian seperti apa yang menimpa kaum Nuh, atau kaum Hud, atau kaum Saleh. Dan kaum Lut tidaklah jauh dari kalian.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَيَا قَوْمِ لَا يَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِي أَنْ يُصِيبَكُمْ مِثْلُ مَا أَصَابَ قَوْمَ نُوحٍ أَوْ قَوْمَ هُودٍ أَوْ قَوْمَ صَالِحٍwa-yaa qawmi laa yajrimannakum syiqaaqii an yushiibakum mitslu maa ashaaba qawma nuuhin aw qawma huudin aw qawma shaalihindan wahai kaumku, janganlah perselisihan denganku menyeret kalian sehingga menimpa kalian seperti apa yang menimpa kaum Nuh, atau kaum Hud, atau kaum Saleh
- وَمَا قَوْمُ لُوطٍ مِنْكُمْ بِبَعِيدٍwa-maa qawmu luuthin minkum bi-ba'iidindan kaum Lut tidaklah jauh dari kalian
Terjemahan per kata (23 kata)
- وَيَاwa-yaadan wahai
- قَوْمِqawmikaumku
- لَاlaajanganlah
- يَجْرِمَنَّكُمْyajrimannakummendorong kalian
- شِقَاقِيsyiqaaqiimenentangku
- أَنْanbahwa
- يُصِيبَكُمْyushiibakummenimpa kalian
- مِثْلُmitsluseperti
- مَاmaaapa yang
- أَصَابَashaabamenimpa
- قَوْمَqawmakaum
- نُوحٍnuuhinNuh
- أَوْawatau
- قَوْمَqawmakaum
- هُودٍhuudinYahudi
- أَوْawatau
- قَوْمَqawmakaum
- صَالِحٍshaalihinSaleh
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- قَوْمُqawmukaum
- لُوطٍluuthinLut
- مِنْكُمْminkumdari kalian
- بِبَعِيدٍbi-ba'iidinjauh
Inti bacaan
Peringatan penting: jangan biarkan permusuhan personal terhadap pembawa pesan mengalihkan perhatian dari substansi konsekuensi yang sebenarnya dipertaruhkan, 'janganlah pertentanganku denganku menyeret kalian'. Konkretnya: ketidaksukaan personal terhadap seseorang yang menyampaikan kebenaran tidak seharusnya membutakan dari substansi pesan itu sendiri, memisahkan penilaian terhadap pembawa pesan dari penilaian terhadap kebenaran substansinya adalah kedewasaan berpikir yang penting.
Tafsiran
Penyebutan eksplisit empat kaum yang telah dibinasakan (Nuh, Hud, Saleh, Lut) menjadikan peringatan Syuaib bukan ancaman abstrak, melainkan rujukan konkret pada peristiwa yang sudah diketahui kaumnya sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Syuaib mengkhawatirkan perselisihan mereka dengannya. Bukan penolakan atas Allah. Yang ia takutkan bahwa permusuhan pribadi menyeret mereka ke tempat yang lebih jauh.
- Tiga nama yang Allah rekam darinya: kaum Nuh, kaum Hud, kaum Saleh. Berderet. Yang dipakai bukan satu contoh, melainkan pola yang sudah berulang tiga kali.
- Yang keempat ia sebut paling dekat: kaum Lut tidaklah jauh dari kalian. Dekat waktunya, dekat tempatnya. Peringatan yang paling menusuk memakai kejadian yang masih bisa diingat orang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-m, j-r-m, sh-q-q, s-w-b, m-ts-l, h-w-d, s-l-h, b-'-d): laa yajrimannakum diterjemahkan 'jangan menyeret kalian (ke dosa)' (akar j-r-m); shiqaaqii diterjemahkan 'pertentanganku' (akar sh-q-q); ba'iid diterjemahkan 'jauh' (akar b-'-d). gloss '(denganmu)/(tempat dan masa kebinasaan)' dibuang.
Ayat 11:90
وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌ
Dan mohonlah ampunan kepada Tuhan kalian, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku pengasih lagi penyayang.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِwa-staghfiruu rabbakum tsumma tuubuu ilayhidan mohonlah ampunan kepada Tuhan kalian, kemudian bertobatlah kepada-Nya
- إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌinna rabbii rahiimun waduudunsesungguhnya Tuhanku pengasih lagi penyayang
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَاسْتَغْفِرُواwa-staghfiruudan mohonlah ampun kalian
- رَبَّكُمْrabbakumTuhan kalian
- ثُمَّtsummakemudian
- تُوبُواtuubuubertobatlah kalian
- إِلَيْهِilayhikepada-Nya
- إِنَّinnasesungguhnya
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- رَحِيمٌrahiimunpengasih
- وَدُودٌwaduudunMaha Pengasih
Inti bacaan
Penutup ajakan tobat dengan penekanan sifat kasih sayang yang mendalam ('waduud', penuh kasih), Allah digambarkan bukan hanya pengampun, tetapi secara aktif penuh kasih terhadap yang kembali.
Penjelasan pilihan kata
Menutup kutip jawaban Syuaib yang dibuka di 11:88.
Tafsiran
Urutan 'mohon ampunan lalu bertobat' menyempurnakan seruan Syuaib, bukan sekadar larangan berbuat curang, melainkan ajakan aktif kembali kepada Allah sebelum azab benar-benar tiba.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam dua langkah berurut. Meminta ampun dahulu. Berbalik arah kemudian.
- Syuaib menutup dengan sifat kasih, bukan dengan ancaman. Sesudah peringatan keras. Nadanya turun.
- Kata penyayang yang dipakai menunjuk kasih yang aktif. Bukan sekadar tidak menghukum. Allah digambarkan mencintai yang kembali.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Tuhanmu” diterjemahkan “Tuhan kalian”; “Maha Penyayang” diterjemahkan “pengasih”. Dalam ayat ini, 'istaghfara' tanpa kata sandang al-; 'rahiim' indefinit (tanpa kata sandang). istaghfara diterjemahkan 'memohon ampun' · rahiim INDEFINIT diterjemahkan 'pengasih', sebutan indefinit tanpa 'Maha'; dasar: praktik terjemahan lain sendiri di 9:128 ('penyayang' POLOS utk Nabi).