قَالُوا يَا شُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيرًا مِمَّا تَقُولُ وَإِنَّا لَنَرَاكَ فِينَا ضَعِيفًا ۖ وَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنَاكَ ۖ وَمَا أَنْتَ عَلَيْنَا بِعَزِيزٍ

Mereka berkata, “Wahai Syuaib, kami tidak banyak mengerti apa yang engkau katakan, dan sesungguhnya kami memandang engkau sebagai seorang yang lemah di antara kami. Dan kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah melemparimu. Dan engkau pun bukan orang yang digdaya atas kami.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. قَالُوا يَا شُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيرًا مِمَّا تَقُولُ وَإِنَّا لَنَرَاكَ فِينَا ضَعِيفًاqaaluu yaa shu'aybu maa nafqahu katsiiran mimmaa taquulu wa-innaa la-naraaka fiinaa da'iifanmereka berkata, wahai Syuaib, kami tidak banyak mengerti apa yang engkau katakan, dan sesungguhnya kami memandang engkau sebagai seorang yang lemah di antara kami
  2. وَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنَاكَwa-lawlaa rahtuka la-rajamnaakadan kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah melemparimu
  3. وَمَا أَنْتَ عَلَيْنَا بِعَزِيزٍwa-maa anta alaynaa bi-aziizindan engkau pun bukan orang yang digdaya atas kami
Aplikasi

Pengakuan blak-blakan: Syuaib hanya diselamatkan dari kekerasan karena keluarganya, bukan karena rasa hormat terhadap pesannya, perlindungan yang kontingen pada koneksi sosial, bukan penghargaan atas substansi. Konkretnya: diperlakukan baik semata karena koneksi/status keluarga (bukan karena substansi yang diperjuangkan dihargai) adalah pengingat pahit bahwa penghormatan sosial sering bersifat transaksional, kesadaran ini membantu tidak salah mengira perlindungan sosial sebagai bukti penerimaan terhadap kebenaran yang diperjuangkan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

'wa-maa anta alaynaa bi-'aziiz' diterjemahkan 'bukan orang yang digdaya atas kami' (terjemahan lain 'berpengaruh', padanan ke-11 utk akar ini; 'lemah' di bagian kalimat sebelumnya = da'iifan ROOT DEf, SAH). Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). Lih.. sebagian penerjemah: 'They said: “O Shu'ayb: we understand not much of what thou sayest; and we consider thee among us as weak. Glos ilahi (Zajjaaj, 2032): al-'Aziiz = 'He who resists, or withstands, so that NOTHING OVERCOMES HIM'; jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.