وَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًا وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَأَخَذَتِ الَّذِينَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِينَ
Dan ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan suara yang menggelegar menimpa orang-orang yang zalim, sehingga mereka bergelimpangan di rumah-rumah mereka.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًا وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَأَخَذَتِ الَّذِينَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِينَwa-lammaa jaa'a amrunaa najjaynaa syu'ayban wa-lladziina aamanuu ma'ahu bi-rahmatin minnaa wa-akhadzati lladziina zhalamuu sh-shayhatu fa-ashbahuu fii diyaarihim jaatsimiinadan ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan suara yang menggelegar menimpa orang-orang yang zalim, sehingga mereka bergelimpangan di rumah-rumah mereka
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَلَمَّاwa-lammaadan ketika
- جَاءَjaa'adatang
- أَمْرُنَاamrunaaperintah Kami
- نَجَّيْنَاnajjaynaaKami menyelamatkan
- شُعَيْبًاsyu'aybanSyuaib
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- مَعَهُma'ahubersamanya
- بِرَحْمَةٍbi-rahmatindengan rahmat
- مِنَّاminnaadari Kami
- وَأَخَذَتِwa-akhadzatidan menimpa
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
- الصَّيْحَةُsh-shayhatusuara keras
- فَأَصْبَحُواfa-ashbahuumaka jadilah mereka
- فِيfiidi
- دِيَارِهِمْdiyaarihimrumah-rumah mereka
- جَاثِمِينَjaatsimiinamati bergelimpangan
Inti bacaan
Pola penyelamatan-konsekuensi yang konsisten terulang lagi, rahmat bagi yang beriman, kehancuran bagi yang zalim, mengikuti mekanisme yang sudah dikenal dari kisah-kisah sebelumnya.
Tafsiran
Formula penyelamatan+kebinasaan ini identik strukturnya dengan penutup kisah Hud (11:58) dan Saleh (11:66), pola berulang lintas kisah menegaskan bahwa hasil selalu sama: iman menyelamatkan, kezaliman membinasakan, terlepas dari identitas kaumnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai susunan yang sama seperti penutup kisah Hud dan Saleh. Nama kaumnya berganti. Rumusnya tidak.
- Yang selamat disebut lebih dahulu daripada yang binasa. Urutannya tetap. Rahmat mendahului hukuman.
- Frasa dengan rahmat dari Kami disisipkan Allah di tengah. Bukan karena mereka pantas. Karena Ia memberi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…eriman bersamanya dengan rahmat Kami. Adapun orang-orang…”. Dalam ayat ini, 'rahmah' indefinit (tanpa kata sandang).