كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا ۗ أَلَا بُعْدًا لِمَدْيَنَ كَمَا بَعِدَتْ ثَمُودُ
Seolah-olah mereka tidak pernah tinggal di sana. Ketahuilah, kebinasaan bagi Madyan, sebagaimana Samud pun binasa.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَاka-an lam yaghnaw fiihaaseolah-olah mereka tidak pernah tinggal di sana
- أَلَا بُعْدًا لِمَدْيَنَ كَمَا بَعِدَتْ ثَمُودُalaa bu'dan li-madyana ka-maa ba'idat tsamuuduketahuilah, kebinasaan bagi Madyan sebagaimana Samud pun binasa
Terjemahan per kata (10 kata)
- كَأَنْka-anseakan-akan
- لَمْlamtidak
- يَغْنَوْاyaghnawmereka berdiam
- فِيهَاfiihaadi sana
- أَلَاalaaketahuilah
- بُعْدًاbu'dankebinasaan
- لِمَدْيَنَli-madyanakepada Madyan
- كَمَاka-maasebagaimana
- بَعِدَتْba'idatjauhlah
- ثَمُودُtsamuuduTsamud
Inti bacaan
Penghapusan jejak total kembali ditegaskan, pengulangan tema bahwa kemakmuran tanpa fondasi integritas tidak meninggalkan warisan yang bertahan lama.
Tafsiran
Penutup kisah Syuaib ini secara eksplisit menyandingkan Madyan dengan Samud: dua kisah berbeda geografis-temporal, disatukan oleh pola kebinasaan yang sama, menegaskan bahwa hukum ini tidak terikat pada satu kaum tertentu.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyandingkan dua kaum yang berjauhan. Madyan. Dan Samud.
- Jejaknya disebut hilang sama sekali. Bukan reruntuhan. Seolah tidak pernah ada.
- Perbandingan itu ditaruh Allah di penutup. Bukan di tengah cerita. Sesudah semuanya selesai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Ayat verba/nomina gny non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (laa yughnii 'tidak berguna/bermanfaat' dkk., konsisten; sub-putusan verba terdokumentasi di belum diputuskan); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi gny: ghaniyy diterjemahkan 'berkecukupan' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berkecukupan'); ghaniyy an diterjemahkan 'tidak memerlukan' (cabang preposisional); verba/istaghnaa/mughnuun pemakaian diteruskan (terjemahan lain konsisten; sub-putusan di belum diputuskan). Antonim internal: faqiir (35:15, 47:38, 3:181), fqr belum dibedah, 'fakir/miskin' interim. 'cukup' polos = wilayah k-f-y ('Cukuplah Allah' 27 ayat), beda bentuk dgn 'berkecukupan', didokumentasi. al-Ghaniyy (glos ilahi) = 'The Self-sufficient; aghnaa an = idiom 'mencukupi/menghindarkan dari' (laa yughnii = 'tidak berguna/menolong').