وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُبِينٍ
Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Musa dengan tanda-tanda Kami dan keterangan yang nyata,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُبِينٍwa-la-qad arsalnaa muusaa bi-aayaatinaa wa-sulthaanin mubiininsungguh, Kami benar-benar telah mengutus Musa dengan tanda-tanda Kami dan keterangan yang nyata
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
- وَسُلْطَانٍwa-sulthaanindan keterangan
- مُبِينٍmubiininyang nyata
Inti bacaan
Musa diutus dengan bukti dan keterangan yang nyata, pengulangan pola pengutusan yang disertai dasar yang kokoh, bukan klaim tanpa dukungan.
Tafsiran
Peralihan ke kisah Musa-Firaun menutup rangkaian kisah para rasul di Surah Hud dengan kasus yang berbeda pola, bukan kaum yang menolak seorang rasul, melainkan penguasa tunggal yang diikuti buta oleh rakyatnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut dua bekal Musa. Tanda-tanda. Dan keterangan yang nyata.
- Yang satu ditunjukkan, yang lain diucapkan. Bukan cuma mukjizat. Ada penjelasannya.
- Kisah ini menutup deretan di surah itu. Allah menaruh yang berbeda polanya di akhir. Bukan kaum yang menolak, melainkan satu penguasa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.