إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَاتَّبَعُوا أَمْرَ فِرْعَوْنَ ۖ وَمَا أَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيدٍ

kepada Firaun dan para pemukanya, tetapi mereka mengikuti perintah Firaun, padahal perintah Firaun bukanlah yang benar.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَاتَّبَعُوا أَمْرَ فِرْعَوْنَilaa fir'awna wa-mala'ihi fa-ttaba'uu amra fir'awnakepada Firaun dan para pemukanya, tetapi mereka mengikuti perintah Firaun
  2. وَمَا أَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيدٍwa-maa amru fir'awna bi-rashiidinpadahal perintah Firaun bukanlah yang benar
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar m-l-a, t-b-', a-m-r, r-sh-d): ittaba'uu diterjemahkan 'mengikuti' (akar t-b-'); amr diterjemahkan 'perintah' (akar '-m-r); rashiid diterjemahkan 'yang benar (lurus)' (akar r-sh-d). gloss '(justru)/(perintah)' dibuang.

Aplikasi

Kritik tajam: mereka 'mengikuti perintah Firaun, padahal perintah Firaun bukanlah yang benar', kepatuhan buta pada otoritas yang jelas-jelas keliru, tanpa evaluasi independen. Konkretnya: mengikuti perintah otoritas semata karena kekuasaannya (tanpa mengevaluasi apakah perintah itu sendiri benar) adalah kegagalan tanggung jawab pribadi, legitimasi kekuasaan tidak otomatis berarti legitimasi perintahnya, evaluasi independen tetap diperlukan sebelum mematuhi.