وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ

Dan demikianlah timpaan Tuhanmu apabila Dia menimpa negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya timpaan-Nya pedih lagi keras.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌwa-ka-dzaalika akhdzu rabbika idzaa akhadza l-quraa wa-hiya zhaalimatundan demikianlah timpaan Tuhanmu apabila Dia menimpa negeri-negeri yang berbuat zalim
  2. إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌinna akhdzahu aliimun syadiidunsesungguhnya timpaan-Nya pedih lagi keras

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَكَذَٰلِكَwa-ka-dzaalikadan demikianlah
  2. أَخْذُakhdzuhukuman
  3. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  4. إِذَاidzaaapabila
  5. أَخَذَakhadzamengambil
  6. الْقُرَىٰl-quraanegeri-negeri
  7. وَهِيَwa-hiyadan ia
  8. ظَالِمَةٌzhaalimatunyang zalim
  9. إِنَّinnasesungguhnya
  10. أَخْذَهُakhdzahuhukuman-Nya
  11. أَلِيمٌaliimunyang pedih
  12. شَدِيدٌsyadiidunyang keras

Inti bacaan

Prinsip umum ditegaskan: pola konsekuensi berat menimpa negeri-negeri yang berbuat zalim secara konsisten, kepastian mekanisme ini menjadi pengingat serius, bukan sekadar cerita masa lalu.

Tafsiran

Prinsip umum ini ('demikianlah timpaan Tuhanmu') menutup seluruh rangkaian kisah 11:25-100 dengan generalisasi eksplisit, bukan cuma pola yang kebetulan berulang, melainkan hukum yang sengaja ditegaskan berlaku bagi negeri mana pun yang berbuat zalim.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebutnya kaidah, bukan kejadian. Demikianlah. Yang berlaku di semua negeri.
  • Syaratnya disebut zalim, bukan kafir saja. Yang ditimpa yang berbuat aniaya. Ukurannya perbuatan.
  • Dua sifat timpaannya disebut: pedih dan keras. Allah menaruh keduanya. Sakit dan kuat sekaligus.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-kh-dz, r-b-b, q-r-y, zh-l-m, a-l-m, sh-d-d): akhdh diterjemahkan 'siksaan (penindakan)' (akar '-kh-dz); zhaalimah diterjemahkan 'zalim' (akar zh-l-m); aliim shadiid diterjemahkan 'pedih lagi keras' (شديد DECIDED='keras', bukan 'sangat berat'). gloss '(penduduk)' dibuang.