وَمَا نُؤَخِّرُهُ إِلَّا لِأَجَلٍ مَعْدُودٍ

Dan Kami tidak menundanya kecuali sampai batas waktu yang terhitung.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَمَا نُؤَخِّرُهُ إِلَّا لِأَجَلٍ مَعْدُودٍwa-maa nu'akhkhiruhu illaa li-ajalin ma'duudindan Kami tidak menundanya kecuali sampai batas waktu yang terhitung

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. نُؤَخِّرُهُnu'akhkhiruhuKami menangguhkannya
  3. إِلَّاillaakecuali
  4. لِأَجَلٍli-ajalinsampai waktu
  5. مَعْدُودٍma'duudinyang terhitung

Inti bacaan

Prinsip waktu tetap yang telah ditentukan diulang lagi, penundaan konsekuensi punya batas yang jelas, bukan tanpa akhir.

Tafsiran

Penundaan yang terbatas ini (bukan tanpa batas) menjawab pertanyaan implisit tentang mengapa azab tidak segera datang bagi kaum-kaum yang masih hidup: penangguhan bukan pembatalan, sebuah tema yang sudah muncul di 11:8.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut penundaannya berbatas. Bukan dibatalkan. Ditunda sampai waktunya.
  • Frasa batas waktu yang terhitung dipakai. Bukan sampai nanti. Ada bilangannya.
  • Kalimat ini menjawab keheranan yang tidak diucapkan. Allah mendahuluinya. Yang belum datang bukan yang tidak ada.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-kh-r, a-j-l, '-d-d): nu'akhkhiru diterjemahkan 'menunda' (akar '-kh-r); ajal ma'duud diterjemahkan 'waktu yang terhitung (ditentukan)' (akar '-j-l + akar '-d-d). Selaras.