يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ

Pada hari ia datang, tidak seorang jiwa pun berbicara kecuali dengan izin-Nya. Maka di antara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِyawma ya'ti laa takallamu nafsun illaa bi-idznihipada hari ia datang, tidak seorang jiwa pun berbicara kecuali dengan izin-Nya
  2. فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌfa-minhum syaqiyyun wa-sa'iidunmaka di antara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. يَوْمَyawmahari
  2. يَأْتِya'timendatangkan
  3. لَاlaatidak
  4. تَكَلَّمُtakallamuberbicara
  5. نَفْسٌnafsunsatu jiwa
  6. إِلَّاillaakecuali
  7. بِإِذْنِهِbi-idznihidengan izin-Nya
  8. فَمِنْهُمْfa-minhummaka di antara mereka
  9. شَقِيٌّsyaqiyyunyang celaka
  10. وَسَعِيدٌwa-sa'iidundan yang berbahagia

Inti bacaan

Kontrol menyeluruh atas momen penentu digambarkan detail: bahkan berbicara pun memerlukan izin, struktur yang sepenuhnya tertib, berujung pada pembagian jelas antara yang sengsara dan yang berbahagia.

Tafsiran

Pembatasan bicara 'kecuali dengan izin-Nya' menegaskan bahwa hari itu sepenuhnya berada di bawah kendali tunggal, bahkan hak paling dasar (berbicara membela diri) tunduk pada izin, bukan hak otomatis siapa pun.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut berbicara pun perlu izin. Bukan hak. Yang paling dasar pun diatur.
  • Yang biasanya bebas kini terkunci. Di dunia orang membela diri. Di sana menunggu dipersilakan.
  • Kalimat penutupnya membagi dua: sengsara dan berbahagia. Allah tidak menyebut yang di tengah. Hanya dua.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar y-w-m, a-t-y, k-l-m, n-f-s, a-dz-n, sh-q-w, s-'-d): laa takallamu nafs diterjemahkan 'tak seorang jiwa berbicara' (akar k-l-m KLM); idhn diterjemahkan 'izin' (akar '-dz-n); shaqiyy/sa'iid diterjemahkan 'sengsara/berbahagia' (akar sh-q-w, akar s-'-d). Selaras.