فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِمَّا يَعْبُدُ هَٰؤُلَاءِ ۚ مَا يَعْبُدُونَ إِلَّا كَمَا يَعْبُدُ آبَاؤُهُمْ مِنْ قَبْلُ ۚ وَإِنَّا لَمُوَفُّوهُمْ نَصِيبَهُمْ غَيْرَ مَنْقُوصٍ

Maka janganlah engkau berada dalam keraguan tentang apa yang disembah orang-orang ini. Mereka tidaklah menyembah kecuali sebagaimana nenek moyang mereka menyembah sebelumnya. Dan sesungguhnya Kami pasti menyempurnakan bagian mereka tanpa dikurangi.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِمَّا يَعْبُدُ هَٰؤُلَاءِfa-laa taku fii miryatin mimmaa ya'budu haa'ulaa'imaka janganlah engkau berada dalam keraguan tentang apa yang disembah orang-orang ini
  2. مَا يَعْبُدُونَ إِلَّا كَمَا يَعْبُدُ آبَاؤُهُمْ مِنْ قَبْلُmaa ya'buduuna illaa ka-maa ya'budu aabaa'uhum min qablumereka tidaklah menyembah kecuali sebagaimana nenek moyang mereka menyembah sebelumnya
  3. وَإِنَّا لَمُوَفُّوهُمْ نَصِيبَهُمْ غَيْرَ مَنْقُوصٍwa-innaa la-muwaffuuhum nashiibahum ghayra manquushindan sesungguhnya Kami pasti menyempurnakan bagian mereka tanpa dikurangi

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. فَلَاfa-laamaka janganlah
  2. تَكُtakuadalah
  3. فِيfiidalam
  4. مِرْيَةٍmiryatinkeraguan
  5. مِمَّاmimmaatentang apa yang
  6. يَعْبُدُya'budumenyembah
  7. هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
  8. مَاmaatidaklah
  9. يَعْبُدُونَya'buduunamereka mengabdi
  10. إِلَّاillaakecuali
  11. كَمَاka-maasebagaimana
  12. يَعْبُدُya'budumenyembah
  13. آبَاؤُهُمْaabaa'uhumleluhur mereka
  14. مِنْmindari
  15. قَبْلُqablusebelumnya
  16. وَإِنَّاwa-innaadan sesungguhnya Kami
  17. لَمُوَفُّوهُمْla-muwaffuuhumbenar-benar akan menyempurnakan bagi mereka
  18. نَصِيبَهُمْnashiibahumbagian mereka
  19. غَيْرَghayraselain
  20. مَنْقُوصٍmanquushinyang dikurangi

Inti bacaan

Diagnosis penting: penyembahan mereka 'tidaklah kecuali sebagaimana nenek moyang mereka menyembah sebelumnya', praktik yang murni diwariskan tanpa dasar independen, tetap akan menerima konsekuensi penuh yang setimpal. Konkretnya: mempraktikkan sesuatu semata karena diwariskan turun-temurun (tanpa pernah memeriksa dasarnya secara independen) tidak membebaskan dari tanggung jawab atas praktik itu, warisan tradisi bukan pembenaran otomatis, dan konsekuensinya tetap berlaku penuh terlepas dari asal-usul kebiasaan itu.

Tafsiran

Peringatan ini menegaskan bahwa penyembahan berhala bukan berasal dari argumen rasional, melainkan sekadar warisan tanpa refleksi ('sebagaimana nenek moyang'): pola yang sama dikritik berulang di seluruh Al-Qur'an.

Renungan dan Hikmah

  • Allah melarang berada dalam keraguan tentang apa yang mereka sembah. Bukan menyuruh membantah. Yang diurus lebih dahulu keadaan hati yang menyampaikan.
  • Alasan yang Dia sebut: mereka menyembah sebagaimana nenek moyang mereka. Bukan karena keyakinan yang diperiksa. Sesuatu yang diwarisi tanpa pemeriksaan memang tak punya dasar untuk diragukan atau dipertahankan.
  • Allah menutup dengan menyebut Dia pasti menyempurnakan bagian mereka tanpa dikurangi. Meski mereka begitu. Ketepatan perhitungan tidak dipengaruhi oleh siapa yang dihitung.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, m-r-y, '-b-d, a-b-w, q-b-l, w-f-y, n-s-b, gh-y-r, n-q-s): fa-laa taku fii miryatin mimmaa ya'budu haa'ulaa'i. diterjemahkan 'jangan ragu; mereka menyembah hanya sebagaimana nenek-moyang' (akar m-r-y: miryah, keraguan; akar '-b-d + akar '-b-w, kritik TAQLID: peribadatan warisan-buta tanpa burhaan, cf. 2:170, 43:22-24, benang-merah terjemahan ini anti-ikut-turun-temurun). gloss '(kebatilan)' dibuang.