وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ فَاخْتُلِفَ فِيهِ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مُرِيبٍ
Dan sungguh Kami telah memberikan Kitab kepada Musa, lalu diperselisihkan tentangnya. Seandainya bukan karena suatu ketetapan yang telah mendahului dari Tuhanmu, niscaya telah diputuskan di antara mereka. Dan sesungguhnya mereka benar-benar dalam keraguan yang mendalam terhadapnya.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ فَاخْتُلِفَ فِيهِwa-la-qad aataynaa muusaa l-kitaaba fa-khtulifa fiihidan sungguh Kami telah memberikan Kitab kepada Musa, lalu diperselisihkan tentangnya
- وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْwa-lawlaa kalimatun sabaqat min rabbika la-qudhiya baynahumseandainya bukan karena suatu ketetapan yang telah mendahului dari Tuhanmu, niscaya telah diputuskan di antara mereka
- وَإِنَّهُمْ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مُرِيبٍwa-innahum la-fii syakkin minhu muriibindan sesungguhnya mereka benar-benar dalam keraguan yang mendalam terhadapnya
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- آتَيْنَاaataynaaKami memberikan
- مُوسَىmuusaaMusa
- الْكِتَابَl-kitaabaKitab
- فَاخْتُلِفَfa-khtulifamaka diperselisihkan
- فِيهِfiihidi dalamnya
- وَلَوْلَاwa-lawlaadan sekiranya tidak
- كَلِمَةٌkalimatunsatu kalimat
- سَبَقَتْsabaqattelah mendahului
- مِنْmindari
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- لَقُضِيَla-qudhiyasungguh akan diputuskan
- بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
- وَإِنَّهُمْwa-innahumdan sesungguhnya mereka
- لَفِيla-fiibenar-benar dalam
- شَكٍّsyakkinkeraguan
- مِنْهُminhudarinya
- مُرِيبٍmuriibinyang meragukan
Inti bacaan
Pengamatan penting: bahkan kitab yang diberikan langsung kepada Musa 'diperselisihkan tentangnya', kejelasan wahyu tidak menjamin kesatuan pemahaman atau penerimaan di antara penerimanya. Konkretnya: memberikan informasi atau panduan yang jelas kepada sebuah kelompok tidak menjamin mereka akan sepakat memahaminya, perselisihan interpretasi bisa muncul bahkan dari sumber yang paling otoritatif sekalipun, sebuah realisme yang perlu diterima saat mengharapkan konsensus dari penjelasan yang sudah disampaikan dengan jelas.
Penjelasan pilihan kata
'suatu ketetapan yang telah mendahului' (kalimatun sabaqat) sudah konsisten dengan mayoritas (20:129/41:45), 'Musa' nama diri eksplisit bukan tambahan.
Tafsiran
Penyebutan perselisihan tentang Kitab Musa ini menempatkan perselisihan seputar wahyu sbg pola berulang lintas zaman, bukan masalah baru: menyiapkan pembaca utk memahami perselisihan serupa yang akan dihadapi wahyu berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Kitab yang Dia berikan kepada Musa lalu diperselisihkan. Kejelasan sumbernya tidak menghentikan perselisihan. Yang mengira sebuah persoalan akan selesai kalau saja penjelasannya cukup terang sedang mengabaikan bagaimana manusia sebenarnya bekerja.
- Yang menahan keputusan segera disebut 'suatu ketetapan yang telah mendahului dari Tuhanmu'. Penundaan itu bukan kelalaian, melainkan sesuatu yang sudah ditetapkan lebih dulu. Waktu yang terasa kosong sering justru bagian dari susunan yang tak kelihatan dari dalam.
- Allah meletakkan penyebutan perselisihan atas Kitab Musa tepat sebelum pembahasan tentang wahyu yang sedang turun. Yang dihadapi bukan hal baru. Mengetahui bahwa sesuatu sudah pernah terjadi mengubah cara orang menanggungnya, meski tidak mengubah beratnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-t-y, k-t-b, kh-l-f, k-l-m, s-b-q, r-b-b, q-d-y, b-y-n, sh-k-k, r-y-b): wa la-qad aataynaa muusa l-kitaaba fa-khtulifa fiih. diterjemahkan 'Kitab Musa pun diperselisihkan' (akar k-t-b + akar kh-l-f, pola berulang: setiap Kitab diperselisihkan SETELAH datang, cf. 98:4, 2:213; nasib Taurat=cermin nasib Qur'an; akar k-l-m: kalimah saabiqah, ketetapan penangguhan). gloss panjang '(bahwa.ditunda)' dibuang.