Ayat 11:112

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Maka teguhlah engkau, sebagaimana engkau telah diperintahkan, begitu pula orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kalian melampaui batas! Sesungguhnya Dia melihat apa yang kalian kerjakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاfa-staqim ka-maa umirta wa-man taaba ma'aka wa-laa tathghawmaka teguhlah engkau, sebagaimana engkau telah diperintahkan, begitu pula orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kalian melampaui batas
  2. إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌinnahu bi-maa ta'maluuna bashiirunsesungguhnya Dia melihat apa yang kalian kerjakan

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. فَاسْتَقِمْfa-staqimmaka tetaplah
  2. كَمَاka-maasebagaimana
  3. أُمِرْتَumirtaengkau diperintahkan
  4. وَمَنْwa-mandan orang yang
  5. تَابَtaababertobat
  6. مَعَكَma'akabersamamu
  7. وَلَاwa-laadan janganlah
  8. تَطْغَوْاtathghawkalian melampaui batas
  9. إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
  10. بِمَاbi-maapada apa yang
  11. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
  12. بَصِيرٌbashiirunmelihat

Inti bacaan

Instruksi keteguhan diperluas melampaui Nabi sendiri kepada 'orang yang bertobat bersamamu', sebuah disiplin kolektif, disertai peringatan tegas 'janganlah kalian melampaui batas!' bahkan dalam menjalankan kebaikan. Konkretnya: kedisiplinan menjaga jalan yang benar adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya beban satu pemimpin, dan peringatan terhadap 'melampaui batas' berlaku bahkan bagi yang sedang berusaha berbuat baik, karena ekstremisme dalam kebaikan pun tetap perlu dijaga proporsinya.

Tafsiran

Perintah 'teguhlah' ini diarahkan bukan cuma kepada satu penerima wahyu, melainkan meluas eksplisit ke 'orang yang bertobat bersamamu': menegaskan bahwa keteguhan adalah tanggung jawab kolektif komunitas beriman, bukan beban individual semata.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memerintahkan teguh sebagaimana telah diperintahkan, bukan sebagaimana dirasa perlu. Ukurannya sudah ada. Keteguhan punya bentuk, dan bentuknya bukan ditentukan yang menjalankan.
  • Perintah itu ditujukan juga kepada orang yang bertobat bersamanya. Bukan kepada satu orang. Keteguhan disebut sebagai pekerjaan bersama, bukan beban satu pundak.
  • Sesudah menyuruh teguh, Allah melarang melampaui batas. Dua perintah yang saling menjaga. Yang paling mungkin tergelincir dari orang yang sedang berteguh adalah berlebihan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bertobat'); perubahan terjemahan ini hanya /perapian bila ada. Konvensi twb: hamba diterjemahkan 'bertobat', Allah diterjemahkan 'menyambut tobat', at-Tawwaab takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Pembeda akar q-b-l ('menerima' sungguhan) di 9:104/42:25/40:3.

Ayat 11:113

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

Dan janganlah kalian condong kepada orang-orang yang zalim, sehingga api menyentuh kalian, dan tidak ada bagi kalian selain Allah satu pelindung pun, kemudian kalian tidak akan ditolong.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَwa-laa tarkanuu ilaa lladziina zhalamuu fa-tamassakumu n-naaru wa-maa lakum min duuni llaahi min awliyaa'a tsumma laa tunsharuunadan janganlah kalian condong kepada orang-orang yang zalim, sehingga api menyentuh kalian, dan tidak ada bagi kalian selain Allah satu pelindung pun, kemudian kalian tidak akan ditolong

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَلَاwa-laadan janganlah
  2. تَرْكَنُواtarkanuukalian condong
  3. إِلَىilaakepada
  4. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  5. ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
  6. فَتَمَسَّكُمُfa-tamassakumumaka menimpa kalian
  7. النَّارُn-naaruapi
  8. وَمَاwa-maadan tidaklah
  9. لَكُمْlakumbagi kalian
  10. مِنْmindari
  11. دُونِduuniselain
  12. اللَّهِllaahiAllah
  13. مِنْmindari
  14. أَوْلِيَاءَawliyaa'apara pelindung
  15. ثُمَّtsummakemudian
  16. لَاlaatidak
  17. تُنْصَرُونَtunsharuunakalian ditolong

Inti bacaan

Peringatan halus namun tegas: 'janganlah kalian condong kepada orang-orang yang zalim', bukan hanya larangan bergabung aktif, melainkan larangan bahkan sekadar condong/bersimpati secara bertahap. Konkretnya: bahaya keterlibatan dengan kesalahan sering dimulai bukan dari keputusan aktif bergabung, melainkan dari kecondongan bertahap dan halus (bersimpati, membiarkan, tidak menjaga jarak), mengenali dan menghentikan kecondongan halus ini sejak dini mencegah keterlibatan yang lebih dalam nantinya.

Penjelasan pilihan kata

'api' (an-naaru, generik) sudah benar sejak draf.

Tafsiran

Larangan 'condong kepada orang-orang yang zalim' ini memperluas peringatan sebelumnya (11:112 'janganlah melampaui batas') ke ranah relasi sosial: keteguhan pribadi tidak cukup jika dibarengi kedekatan yang melunturkan batas moral.

Renungan dan Hikmah

  • Yang dilarang Allah bukan bergabung, melainkan condong. Kata yang menunjuk kemiringan, bukan perpindahan. Yang dijaga tahap yang paling awal, ketika belum ada satu pun keputusan yang diambil.
  • Kata yang dipakai api menyentuh kalian. Bukan membakar atau melahap. Sentuhan itu sepadan dengan condong: keduanya bentuk paling ringan dari sesuatu yang jauh lebih besar.
  • Kalimat berikutnya menyebut tidak ada bagi kalian pelindung selain Allah. Diletakkan sesudah larangan condong. Orang yang mencari perlindungan lewat kedekatan dengan yang berkuasa diingatkan bahwa perlindungan itu memang tidak berada di sana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-k-n, zh-l-m, m-s-s, n-w-r, d-w-n, a-l-h, w-l-y, n-s-r): wa laa tarkanuu ila lladhiina zhalamuu fa-tamassakumu n-naar. diterjemahkan 'jangan condong kepada yang zalim' (akar r-k-n: rukuun, bersandar-cenderung; akar zh-l-m + akar w-l-y, larangan berpihak/bersandar pada kezaliman, prinsip sikap-politik terjemahan ini: tak melegitimasi penindas). Selaras.

Ayat 11:114

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Dan tegakkanlah salat pada kedua ujung hari dan pada bagian-bagian malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik menghapus kesalahan-kesalahan. Itu peringatan bagi orang-orang yang mengingat.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِwa-aqimi sh-shalaata tharafayi n-nahaari wa-zulafan mina l-laylidan tegakkanlah salat pada kedua ujung hari dan pada bagian-bagian malam
  2. إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِinna l-hasanaati yudzhibna s-sayyi'aatisesungguhnya perbuatan-perbuatan baik menghapus kesalahan-kesalahan
  3. ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَdzaalika dzikraa li-dz-dzaakiriinaitu peringatan bagi orang-orang yang mengingat

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَأَقِمِwa-aqimidan dirikanlah
  2. الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
  3. طَرَفَيِtharafayidua ujung
  4. النَّهَارِn-nahaarisiang
  5. وَزُلَفًاwa-zulafandan sebagian
  6. مِنَminadari
  7. اللَّيْلِl-laylimalam
  8. إِنَّinnasesungguhnya
  9. الْحَسَنَاتِl-hasanaatikebaikan
  10. يُذْهِبْنَyudzhibnamenghapus
  11. السَّيِّئَاتِs-sayyi'aatikeburukan
  12. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  13. ذِكْرَىٰdzikraaperingatan
  14. لِلذَّاكِرِينَli-dz-dzaakiriinabagi orang-orang yang mengingat

Inti bacaan

Mekanisme praktis dijelaskan: 'perbuatan-perbuatan baik menghapus kesalahan-kesalahan', sebuah cara aktif memperbaiki diri lewat tindakan konsisten, bukan sekadar penyesalan pasif. Konkretnya: memperbaiki kesalahan masa lalu bisa dilakukan secara aktif lewat konsistensi berbuat baik ke depan (bukan hanya menyesali kesalahan tanpa tindakan korektif), kebiasaan baik yang konsisten punya efek nyata menyeimbangkan kesalahan yang pernah dilakukan.

Tafsiran

Penyandingan langsung perintah salat dengan prinsip 'kebaikan menghapus kesalahan' menegaskan fungsi salat bukan sekadar ritual formal, melainkan bagian dari mekanisme perbaikan diri berkelanjutan: konsisten dengan kerangka salat=pertanggungjawaban-terarah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut kedua ujung hari dan bagian-bagian malam. Yang ditunjuk waktunya. Perintah itu menempel pada perputaran hari, bukan pada hitungan yang berdiri sendiri.
  • Allah menyebut perbuatan-perbuatan baik menghapus kesalahan-kesalahan. Bukan mengimbangi. Yang ditawarkan penghapusan, dan itu disebut persis sesudah perintah salat.
  • Allah menutup dengan menyebut itu peringatan bagi orang-orang yang mengingat. Bukan bagi semua. Kabar selapang itu tetap berhenti di pintu orang yang tidak menyimpannya.