فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Maka teguhlah engkau, sebagaimana engkau telah diperintahkan, begitu pula orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kalian melampaui batas! Sesungguhnya Dia melihat apa yang kalian kerjakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاfa-staqim ka-maa umirta wa-man taaba ma'aka wa-laa tathghawmaka teguhlah engkau, sebagaimana engkau telah diperintahkan, begitu pula orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kalian melampaui batas
- إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌinnahu bi-maa ta'maluuna bashiirunsesungguhnya Dia melihat apa yang kalian kerjakan
Terjemahan per kata (12 kata)
- فَاسْتَقِمْfa-staqimmaka tetaplah
- كَمَاka-maasebagaimana
- أُمِرْتَumirtaengkau diperintahkan
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- تَابَtaababertobat
- مَعَكَma'akabersamamu
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَطْغَوْاtathghawkalian melampaui batas
- إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
- بِمَاbi-maapada apa yang
- تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
- بَصِيرٌbashiirunmelihat
Inti bacaan
Instruksi keteguhan diperluas melampaui Nabi sendiri kepada 'orang yang bertobat bersamamu', sebuah disiplin kolektif, disertai peringatan tegas 'janganlah kalian melampaui batas!' bahkan dalam menjalankan kebaikan. Konkretnya: kedisiplinan menjaga jalan yang benar adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya beban satu pemimpin, dan peringatan terhadap 'melampaui batas' berlaku bahkan bagi yang sedang berusaha berbuat baik, karena ekstremisme dalam kebaikan pun tetap perlu dijaga proporsinya.
Tafsiran
Perintah 'teguhlah' ini diarahkan bukan cuma kepada satu penerima wahyu, melainkan meluas eksplisit ke 'orang yang bertobat bersamamu': menegaskan bahwa keteguhan adalah tanggung jawab kolektif komunitas beriman, bukan beban individual semata.
Renungan dan Hikmah
- Allah memerintahkan teguh sebagaimana telah diperintahkan, bukan sebagaimana dirasa perlu. Ukurannya sudah ada. Keteguhan punya bentuk, dan bentuknya bukan ditentukan yang menjalankan.
- Perintah itu ditujukan juga kepada orang yang bertobat bersamanya. Bukan kepada satu orang. Keteguhan disebut sebagai pekerjaan bersama, bukan beban satu pundak.
- Sesudah menyuruh teguh, Allah melarang melampaui batas. Dua perintah yang saling menjaga. Yang paling mungkin tergelincir dari orang yang sedang berteguh adalah berlebihan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bertobat'); perubahan terjemahan ini hanya /perapian bila ada. Konvensi twb: hamba diterjemahkan 'bertobat', Allah diterjemahkan 'menyambut tobat', at-Tawwaab takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Pembeda akar q-b-l ('menerima' sungguhan) di 9:104/42:25/40:3.