فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Maka teguhlah engkau, sebagaimana engkau telah diperintahkan, begitu pula orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kalian melampaui batas! Sesungguhnya Dia melihat apa yang kalian kerjakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاfa-staqim ka-maa umirta wa-man taaba ma'aka wa-laa tatghawmaka teguhlah engkau, sebagaimana engkau telah diperintahkan, begitu pula orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kalian melampaui batas
- إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌinnahu bimaa ta'maluuna basiirunsesungguhnya Dia melihat apa yang kalian kerjakan
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bertobat'); perubahan terjemahan ini hanya /perapian bila ada. Konvensi twb: hamba diterjemahkan 'bertobat', Allah diterjemahkan 'menyambut tobat', at-Tawwaab takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Pembeda akar q-b-l ('menerima' sungguhan) di 9:104/42:25/40:3. Lih..
Aplikasi
Instruksi keteguhan diperluas melampaui Nabi sendiri kepada 'orang yang bertobat bersamamu', sebuah disiplin kolektif, disertai peringatan tegas 'janganlah kalian melampaui batas!' bahkan dalam menjalankan kebaikan. Konkretnya: kedisiplinan menjaga jalan yang benar adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya beban satu pemimpin, dan peringatan terhadap 'melampaui batas' berlaku bahkan bagi yang sedang berusaha berbuat baik, karena ekstremisme dalam kebaikan pun tetap perlu dijaga proporsinya.