فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ ۗ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَ
Maka mengapa tidak ada di antara generasi sebelum kalian orang-orang yang mempunyai sisa keutamaan, yang melarang dari kerusakan di bumi, kecuali sedikit dari orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka? Dan orang-orang yang zalim mengikuti kemewahan yang mereka nikmati, dan mereka adalah para pendurhaka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْfa-lawlaa kaana mina l-quruuni min qablikum uluu baqiyyatin yanhawna 'ani l-fasaadi fii l-ardhi illaa qaliilan mimman anjaynaa minhummaka mengapa tidak ada di antara generasi sebelum kalian orang-orang yang mempunyai sisa keutamaan, yang melarang dari kerusakan di bumi, kecuali sedikit dari orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka
- وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَwa-ttaba'a lladziina zhalamuu maa utrifuu fiihi wa-kaanuu mujrimiinadan orang-orang yang zalim mengikuti kemewahan yang mereka nikmati, dan mereka adalah para pendurhaka
Terjemahan per kata (26 kata)
- فَلَوْلَاfa-lawlaamaka seandainya bukan karena
- كَانَkaanaada
- مِنَminadari
- الْقُرُونِl-quruunigenerasi-generasi
- مِنْmindari
- قَبْلِكُمْqablikumsebelum kalian
- أُولُوuluuorang-orang yang memiliki
- بَقِيَّةٍbaqiyyatinsisa
- يَنْهَوْنَyanhawnamereka melarang
- عَنِ'anidari
- الْفَسَادِl-fasaadikerusakan
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- إِلَّاillaakecuali
- قَلِيلًاqaliilansedikit
- مِمَّنْmimmandari orang yang
- أَنْجَيْنَاanjaynaaKami selamatkan
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- وَاتَّبَعَwa-ttaba'adan mengikuti
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
- مَاmaaapa yang
- أُتْرِفُواutrifuumereka hidup bermewah
- فِيهِfiihidi dalamnya
- وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
- مُجْرِمِينَmujrimiinapara pendosa
Inti bacaan
Kritik tajam terhadap langkanya keberanian moral sepanjang sejarah ('kecuali sedikit'), dan diagnosis penyebabnya: orang-orang zalim 'mengikuti kemewahan yang mereka nikmati'. Konkretnya: kenyamanan dan kemewahan yang berlebihan sering menjadi kekuatan yang menggeser keberanian moral menegur kesalahan, kesadaran bahwa kenyamanan pribadi bisa melumpuhkan kesediaan bersuara melawan kerusakan adalah pengingat penting untuk tidak membiarkan kenyamanan menumpulkan keberanian.
Tafsiran
Pertanyaan retoris ini menyimpulkan seluruh rangkaian kisah 11:25-115 dengan sebuah pengamatan pahit: kelangkaan orang yang aktif mencegah kerusakan, bukan kelangkaan orang beriman semata, adalah faktor yang berulang menyertai kehancuran tiap kaum.
Renungan dan Hikmah
- Allah bertanya mengapa tidak ada orang yang melarang kerusakan di antara generasi terdahulu. Yang ditanyakan ketiadaan. Yang membinasakan sebuah kaum bukan hanya perbuatan perusaknya, melainkan sepinya yang mencegah.
- Kata yang Allah pakai sisa keutamaan. Bukan orang saleh. Yang diperlukan cuma sisa, dan bahkan itu pun tidak ada kecuali pada sedikit orang.
- Allah menyebut yang sedikit itu justru yang Dia selamatkan. Jumlahnya kecil, tetapi ada. Yang menyelamatkan seseorang dari kebinasaan bersama bukan jumlahnya, melainkan apa yang ia cegah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, q-r-n, q-b-l, a-w-l, b-q-y, n-h-y, f-s-d, a-r-d, q-l-l, n-j-w, t-b-', zh-l-m, t-r-f, j-r-m): fa-lawlaa kaana mina l-quruuni.uuluu baqiyyatin yanhawna ani l-fasaad. diterjemahkan 'mengapa tak ada uluu baqiyyah yang melarang kerusakan' (akar b-q-y: uuluu baqiyyah, 'orang bersisa-keutamaan' (nurani/integritas); akar n-h-y + akar f-s-d, kewajiban amar-maruf/nahi-fasaad sbg penyelamat umat; akar t-r-f: utrifuu, kemewahan melalaikan).