وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ
Dan Tuhanmu tidaklah akan membinasakan negeri-negeri secara zalim sedang penduduknya adalah orang-orang yang membangun kebaikan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَwa-maa kaana rabbuka li-yuhlika l-quraa bi-zhulmin wa-ahluhaa mushlihuunadan Tuhanmu tidaklah akan membinasakan negeri-negeri secara zalim sedang penduduknya adalah orang-orang yang membangun kebaikan
Terjemahan per kata (8 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانَkaanaadalah
- رَبُّكَrabbukaTuhanmu
- لِيُهْلِكَli-yuhlikaagar Dia membinasakan
- الْقُرَىٰl-quraanegeri-negeri
- بِظُلْمٍbi-zhulmindengan kezaliman
- وَأَهْلُهَاwa-ahluhaadan penduduknya
- مُصْلِحُونَmushlihuunaorang-orang yang memperbaiki
Inti bacaan
Prinsip penting: sebuah negeri tidak dibinasakan secara zalim selama penduduknya 'orang-orang yang membangun kebaikan (muslihuun)', perlindungan terkait langsung dengan keterlibatan aktif dalam perbaikan, bukan sekadar kesalehan pasif individual. Konkretnya: keterlibatan aktif memperbaiki dan membangun kebaikan dalam komunitas (bukan hanya menjaga kesalehan pribadi secara terpisah) punya nilai perlindungan kolektif, kontribusi aktif pada perbaikan bersama adalah tanggung jawab yang melampaui urusan pribadi semata.
Tafsiran
Prinsip ini menegaskan syarat kebalikan dari 11:116: kehancuran hanya menimpa negeri yang kekurangan orang yang mencegah kerusakan, bukan negeri yang penuh orang yang membangun kebaikan, menutup argumen keadilan yang berjalan sepanjang surah ini.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Dia tidak membinasakan negeri secara zalim selama penduduknya orang-orang yang membangun kebaikan. Yang menjaga bukan jumlah orang salehnya. Yang disebut mereka yang mengerjakan perbaikan, dan itu kata kerja, bukan sifat.
- Kata yang dipakai membangun kebaikan, bukan beriman. Ukurannya apa yang dikerjakan di tengah orang. Perlindungan yang disebut di sini melekat pada kerja bersama, bukan pada keadaan hati masing-masing.
- Allah menaruh keterangan ini di ujung surah yang penuh kisah kehancuran. Sesudah semua cerita itu, yang disebut justru syarat tidak hancurnya. Yang tersisa pada pembaca bukan daftar bencana, melainkan satu hal yang bisa dikerjakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, r-b-b, h-l-k, q-r-y, zh-l-m, a-h-l, s-l-h): wa maa kaana rabbuka li-yuhlika l-quraa bi-zhulmin wa ahluhaa muslihuun diterjemahkan 'tak membinasakan negeri sedang penduduknya muslihuun' (akar h-l-k + akar zh-l-m + akar s-l-h, muslih: pembangun-perbaikan; kunci: umat binasa karena FASAD+tanpa-reformasi, bukan karena beda-keyakinan; keadilan-Ilahi, cf. 11:116). Selaras.