وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ
Dan seandainya Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia satu umat, tetapi mereka senantiasa berselisih,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةًwa-law syaa'a rabbuka la-ja'ala n-naasa ummatan waahidatandan seandainya Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia satu umat
- وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَwa-laa yazaaluuna mukhtalifiinatetapi mereka senantiasa berselisih
Terjemahan per kata (10 kata)
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- شَاءَsyaa'amenghendaki
- رَبُّكَrabbukaTuhanmu
- لَجَعَلَla-ja'alasungguh Dia akan menjadikan
- النَّاسَn-naasamanusia
- أُمَّةًummatanumat
- وَاحِدَةًwaahidatansatu
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَزَالُونَyazaaluunamereka senantiasa
- مُخْتَلِفِينَmukhtalifiinaorang-orang yang berselisih
Inti bacaan
Keragaman dan perselisihan manusia digambarkan sebagai bagian dari desain, bukan kegagalan yang perlu 'diperbaiki' dengan paksaan, 'seandainya Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia satu umat; tetapi mereka senantiasa berselisih'. Konkretnya: menerima bahwa keragaman pandangan dan perselisihan adalah bagian bawaan dari kondisi manusia (bukan anomali yang harus dihapuskan sepenuhnya) membantu menghadapi perbedaan dengan lebih realistis, tujuannya bukan menghapus semua perbedaan, melainkan mengelolanya dengan bijak.
Tafsiran
Perselisihan manusia digambarkan sebagai keadaan yang dibiarkan berlangsung, bukan kegagalan rencana ilahi: pembukaan bagi pengecualian di ayat berikutnya yang menjelaskan siapa yang lolos dari akibat perselisihan itu.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Dia sanggup menjadikan manusia satu umat, dan tidak melakukannya. Kemampuannya disebutkan lebih dahulu. Keberagaman bukan kegagalan rencana; ia bagian dari rencananya.
- Yang menyusul kenyataan bahwa mereka terus berselisih. Disebut apa adanya. Perbedaan yang dirancang dan perselisihan yang terjadi ternyata dua hal, dan yang kedua pilihan manusia.
- Kalimatnya dibuka dengan seandainya Tuhanmu menghendaki. Bentuk pengandaian. Kemungkinan yang tidak diambil pun disebutkan, supaya yang berlangsung tidak dikira satu-satunya jalan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar sh-y-a, r-b-b, j-'-l, n-w-s, a-m-m, w-h-d, z-y-l, kh-l-f): wa law shaa'a rabbuka la-ja'ala n-naasa ummatan waahidatan wa laa yazaaluuna mukhtalifiin diterjemahkan 'seandainya dikehendaki, satu umat; tapi senantiasa berselisih' (akar sh-y-' + akar '-m-m: ummah waahidah, keseragaman-paksa TAK dikehendaki Allah; akar kh-l-f, kebebasan-memilih meniscayakan perbedaan, cf. 10:99, 16:93; landasan 'laa ikraaha'). gloss '(dalam urusan agama)' dibuang.