وَانْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ
Dan tunggulah; sesungguhnya Kami pun menunggu.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَانْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَwa-ntazhiruu innaa muntazhiruunadan tunggulah, sesungguhnya Kami pun menunggu
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَانْتَظِرُواwa-ntazhiruudan tunggulah kalian
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- مُنْتَظِرُونَmuntazhiruunaorang-orang yang menunggu
Inti bacaan
Penutup tantangan dengan kesabaran menunggu bersama, bukan tuntutan penyelesaian instan, melainkan kesediaan membiarkan waktu membuktikan hasil bagi kedua pihak yang berselisih.
Tafsiran
Perintah 'tunggulah' ini bukan ancaman kosong: seluruh Surah Hud sudah menunjukkan lewat kisah demi kisah bahwa penantian semacam ini selalu berakhir dengan pembuktian, bukan penundaan tanpa batas.
Renungan dan Hikmah
- Allah ikut menyebut diri-Nya menunggu. Bukan cuma menyuruh. Menemani menunggu.
- Kalimatnya menutup surah yang penuh kisah kehancuran. Sesudah semua contoh itu. Penantian menjadi masuk akal.
- Yang ditunggu tidak disebut. Allah membiarkannya kosong. Kisah-kisah tadi sudah menerangkannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-zh-r): wa-ntazhiruu innaa muntazhiruun diterjemahkan 'tunggulah, kami pun menunggu' (akar n-zh-r, intizhaar: menanti keputusan Allah dengan yakin, penutup tantangan). Selaras.